
Ilustrasi bingung dan frustasi. (pexels.com)
JawaPos.com - Standar ganda adalah sesuatu yang sering kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak selalu disadari, hal ini dapat membuat seseorang merasa bingung, tidak dihargai, bahkan frustrasi.
Biasanya, standar ganda terjadi ketika aturan atau harapan diterapkan secara tidak konsisten kepada individu atau kelompok tertentu.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (22/12), berikut ini adalah delapan standar ganda yang tidak boleh kamu telan mentah-mentah.
1. Kamu Bereaksi Berlebihan
Pernah mendengar frasa seperti, “Kamu terlalu sensitif” atau “Saya hanya bersikap jujur”? Ini adalah salah satu bentuk standar ganda yang sering muncul.
Ketika seseorang merasa bebas mengungkapkan opininya, tetapi mengabaikan perasaan orang lain, mereka sebenarnya sedang menciptakan ketidakadilan.
Perasaan dan reaksi setiap orang itu valid, terlepas dari apakah itu dianggap “berlebihan” oleh orang lain. Mengabaikan emosi seseorang dengan alasan seperti ini hanya akan memperburuk suasana hati dan mengurangi rasa saling menghormati.
Baca Juga: Punya Standar Tinggi, 9 Tanda Seseorang Memiliki Karakter Perfeksionis yang Fokus pada Kesempurnaan
2. Dicap sebagai Orang yang 'Ambisius' atau 'Suka Memerintah'
Jika kamu pernah disebut ambisius atau suka memerintah, jangan langsung merasa bersalah. Dalam banyak kasus, ini adalah standar ganda yang mengaitkan sifat dominan atau proaktif seseorang dengan hal negatif, terutama jika dikaitkan dengan gender.
Dalam masyarakat yang terkadang membatasi ekspresi kepribadian tertentu, label ini dapat memengaruhi bagaimana orang melihat dirimu atau bahkan bagaimana kamu melihat dirimu sendiri. Padahal, bersikap ambisius adalah hal yang normal dan tidak ada yang salah dengan itu.
3. Harapan Emosional Berdasarkan Gender
Standar ganda juga sering muncul dalam ekspresi emosi. Misalnya, pria sering kali dianggap tidak boleh menangis karena dianggap lemah, sementara wanita lebih diterima jika menunjukkan emosinya di depan umum.
Harapan emosional berdasarkan gender ini sangat tidak adil karena setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan perasaannya tanpa takut dihakimi. Emosi bukanlah sesuatu yang harus dibatasi oleh norma-norma sosial yang kaku.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
