
Ilustrasi 7 ciri yang umumnya ditunjukkan oleh individu yang ekspresif secara daring tetapi pemalu secara langsung.
JawaPos.com - Sebagai manusia, kita mendambakan koneksi dan di era digital ini semakin mudah untuk menjalin hubungan secara daring. Namun, beberapa orang yang dikenal sangat ekspresif dalam dunia online memiliki sifat yang pemalu dan menarik diri saat berhadapan langsung.
Kontras ini bisa jadi membingungkan. Kalian mungkin bertanya-tanya apakah mereka adalah orang yang sama, yang mengunggah komentar-komentar berani atau mengirimkan pesan-pesan cerdas tersebut.
Menurut psikolog, ini adalah fenomena umum. Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat 7 ciri yang umumnya ditunjukkan oleh individu yang ekspresif secara daring tetapi pemalu secara langsung.
1. Lebih suka teks daripada bicara
Berkirim pesan teks bukan hanya sekedar cara komunikasi yang nyaman tetapi juga metode pilihan mereka. Gagasan panggilan telepon atau percakapan tatap muka mungkin membuat mereka tidak nyaman, bahkan dengan orang yang mereka kenal baik.
Mereka mungkin memperhatikan bahwa mereka sangat ekspresif melalui teks, selalu siap dengan tanggapan jenaka dan komentar yang mendalam. Namun, saat berhadapan langsung, mereka lebih pendiam, seringkali memilih diam atau jawaban satu suku kata daripada percakapan yang panjang.
2. Menguasai persona digital
Membuat persona daring memungkinkan mereka dapat mengekspresikan pikiran, ide, dan emosi tanpa tekanan langsung dari reaksi waktu nyata dari orang lain. Kepribadian digital ini mungkin tampak sangat berbeda dari kepribadian mereka di kehidupan nyata yang seringkali terbuka, percaya diri dan ekspresif.
Mereka terlihat membagikan postingan terperinci, terlibat dalam perdebatan, atau bahkan memimpin komunitas daring. Hal ini karena platform digital memberikan rasa aman dan kontrol yang mungkin tidak mereka rasakan dalam interaksi tatap muka.
3. Kesulitan menghadapi konfrontasi tatap muka
Konfrontasi menjadi hal yang sulit untuk kebanyakan orang. Namun, bagi mereka yang ekspresif secara daring dan malu saat berhadapan langsung, hal itu tidak hanya sulit, tetapi seringkali melumpuhkan.
Mereka mungkin menghindari percakapan yang sulit dengan cara apapun, memilih untuk menekan perasaan atau kekhawatirannya daripada menyuarakannya. Ini bukan karena mereka tidak peduli atau tidak punya pendapat, tetapi mereka ketakutan akan potensi konflik atau reaksi negatif.
4. Menghargai waktu sendiri
Bagi orang-orang seperti ini, waktu sendiri bukan hanya diinginkan tetapi juga diperlukan. Ini kesempatan yang bagus untuk mereka mengisi ulang tenaga, mengolah pikiran, dan sekedar menyendiri.
Mereka seringkali merasa paling bahagia saat bersama dirinya sendiri karena mereka bebas mengeksplorasi minat dan hobinya tanpa tekanan interaksi sosial. Mereka juga dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca, menulis, bermain game, atau sekedar melamun dan itu tidak masalah.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
