
Ilustrasi seseorang yang tumbuh tanpa orang tua yang lengkap dan ditinggalkan saat masih kecil. (Freepik)
JawaPos.com – Ditinggalkan salah satu orang tua di masa kecil dapat meninggalkan luka batin yang dalam. Pengalaman ini tidak hanya memengaruhi kehidupan anak saat itu, tetapi juga membentuk kepribadian dan perilaku mereka ketika dewasa.
Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa pengabaian orang tua pada usia formatif dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.
Perilaku yang terbentuk akibat pengabaian ini sering kali muncul sebagai mekanisme pertahanan diri. Jawa Pos akan membahas delapan pola perilaku ini yang sering ditemukan pada seseorang yang kehilangan peran salah satu orang tuanya di masa kecil.
Para ahli psikologi sepakat bahwa masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam pembentukan kepribadian. Kehilangan sosok orang tua dalam periode ini dapat menciptakan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan emosional seseorang.
Dilansir dari Geediting, Senin (16/12), inilah delapan perilaku yang umumnya ditunjukkan oleh seseorang yang ditinggalkan salah satu orang tuanya di masa kecil, menurut teori psikologi. Simak apa saja!
1. Ketangguhan Emosional yang Tinggi Tapi Juga Mengkhawatirkan
Ditinggalkan salah satu orang tua di masa kecil membuat seseorang lebih tangguh secara emosional. Kehilangan sosok yang seharusnya memberikan perlindungan mendorong mereka untuk menghadapi kesulitan sendiri.
Pola ini akan terus terbawa hingga dewasa, menjadikan mereka pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Tapi, jika pola ‘selalu kuat’ ini dibiarkan terus menerus, tak jarang mereka akan meledak dan tidak mampu menahan beban emosional dan luka masa kecil ini sendirian.
2. Menunjukkan Kemandirian yang Tinggi
Anak yang ditinggalkan salah satu orang tua di masa formatif mereka sering kali dipaksa untuk mandiri sejak dini. Mereka belajar mengandalkan diri sendiri, baik secara emosional maupun praktis.
Akibatnya, saat dewasa, mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah bergantung pada orang lain, mampu mengambil keputusan sendiri, dan lebih siap menghadapi berbagai situasi.
3. Kewaspadaan Berlebih (Hyper-vigilance)
Ditinggalkan oleh orang tua dapat memicu rasa cemas yang membuat seseorang selalu waspada. Ini dikenal sebagai hyper-vigilance, yaitu kondisi di mana seseorang terus-menerus mencari tanda bahaya.
Di usia dewasa, mereka lebih sensitif terhadap perubahan perilaku orang di sekitarnya. Meskipun berguna dalam beberapa situasi, kewaspadaan berlebihan ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan stres.
4. Kesulitan Menjalin Hubungan Intim karena Takut Ditinggalkan (Abandonment Issue)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
