Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2024 | 18.21 WIB

Orang yang Suka Mengedit Foto Sebelum Posting di Media Sosial, Biasanya Memiliki 3 Kepribadian Utama Ini, Menurut Penelitian

Ada kebiasaan tertentu yang, meski tampaknya sepele, bisa membuat kita kurang disukai di media sosial./Pexels. - Image

Ada kebiasaan tertentu yang, meski tampaknya sepele, bisa membuat kita kurang disukai di media sosial./Pexels.

JawaPos.com- Perilaku mengedit foto mengacu pada penggunaan filter serta berbagai aplikasi penyuntingan foto.

Perilaku ini biasanya dilakukan sebelum di posting di media sosial mereka. Mengedit foto biasanya berkisar pada warna kulit, menghilangkan noda, meniruskan wajah, membuat bagian tubuh lebih ramping atau lebih besar, mengubah bentuk hidung, bibir, pipi, dagu, dan mata, serta berbagai opsi riasan.

Perilaku mengedit foto sebelum di posting di media sosial ternyata dapat menunjukkan kepribadian orang tersebut.

Dilansir dari laman bmcpsychology.biomedcentral.com oleh JawaPos.com, Kamis (12/12) berikut ini 6 kepribadian orang yang mengedit foto sebelun di posting di media sosial:

1. Objektifikasi diri

Artinya mereka menginternalisasikan diri mereka sebagai pengamat. Ini berbeda dengan ketidakpuasan tubuh, yang melibatkan perasaan negatif tentang tubuh seseorang.

Karena teori objektifikasi awalnya hanya mencakup perempuan, dikemukakan bahwa perempuan sering mengalami objektifikasi seksual dengan dihargai atas penampilan mereka atau dengan dianggap sebagai objek.

2. Perbandingan diri

Mereka juga melakukan perbandingan penampilan fisik dengan orang lain. Mereka mengevaluasi dirinya sendiri relatif terhadap seseorang yang dianggap lebih menarik.

Selama penyuntingan foto, pengguna membandingkan penampilan mereka sendiri dengan standar kecantikan sosiokultural dan mungkin berpikir tentang modifikasi yang diperlukan melalui penyuntingan foto untuk mendekati ideal ini.

3. Harga diri rendah

Individu yang memiliki harga diri rendah lebih sering membandingkan penampilan fisik, mencari kepastian dan validasi dibandingkan dengan individu yang memiliki harga diri tinggi.

Namun, mereka juga lebih sering melakukan perbandingan ke atas, yang pada gilirannya dikaitkan dengan penurunan harga diri.

Perbandingan ke atas tersebut dapat berfungsi sebagai pengingat akan ideal kecantikan yang tidak mereka penuhi yang menimbulkan efek kontras.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore