Kebiasaan hidup bahagia menurut Psikologi.
JawaPos.com - Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, bukan hasil. Ini adalah sesuatu yang Anda kejar secara aktif, bukan sesuatu yang terjadi begitu saja.
Ketika kita memprioritaskan kebahagiaan kita, kita secara sadar menghindari perilaku tertentu yang dapat menguras sukacita dan ketenangan pikiran kita. Inilah yang saya sebut sebagai 'perilaku beracun'.
Sekarang, menghindari perilaku beracun ini tidak selalu mudah. Namun, mereka yang menghargai kebahagiaan mereka telah menguasai seni untuk menghindari jebakan-jebakan ini.
Dalam artikel ini, saya akan berbagi dengan Anda 4 perilaku beracun yang dihindari oleh orang-orang yang bahagia seperti wabah. Ikuti saya, dan mari kita melakukan perjalanan menuju Anda yang lebih bahagia. Berikut 4 perilakunya, dikutip dari hackspirit pada Rabu (11/12).
1) Terlalu banyak berpikir
Kita semua pernah mengalaminya. Terbangun di malam hari, mengulang-ulang percakapan di kepala kita, mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, dan terobsesi dengan setiap detail kecil.
Selamat datang di dunia berpikir berlebihan.
Terlalu banyak berpikir adalah perilaku beracun yang dapat merusak kebahagiaan Anda. Ini seperti roda pikiran hamster yang terus berputar, mencegah Anda untuk bergerak maju.
Orang-orang yang bahagia mengetahui hal ini, dan mereka secara sadar menghindari jatuh ke dalam perangkap ini. Mereka memahami bahwa memikirkan masalah tidak akan menyelesaikannya, hanya akan memperbesar masalah tersebut.
Sebaliknya, mereka fokus pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan dan melepaskan hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Mereka percaya pada kemampuan mereka untuk menangani apa pun yang menghadang, dan mereka percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya.
Jadi, jika Anda ingin memprioritaskan kebahagiaan Anda, perilaku beracun pertama yang harus Anda hentikan adalah terlalu banyak berpikir. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi ingat: ini adalah langkah pertama menuju Anda yang lebih bahagia
2) Menyimpan dendam
Saya ingat saat seseorang yang dekat dengan saya melakukan sesuatu yang benar-benar menyakiti perasaan saya. Saya marah, kesal, dan merasa dikhianati. Untuk sementara waktu, saya menyimpan dendam itu dengan erat, seperti selimut kebencian.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
