Ilustrasi 7 perilaku yang harus ditinggalkan untuk mencapai kesuksesan meskipun tidak menjadi kaya.
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang tampak sangat baik - bahkan mungkin sedikit terlalu baik dan kemudian bertanya-tanya, apakah itu hanya pura-pura? Firasat yang Anda miliki mungkin saja benar.
Tidak semua kebaikan datang dari hati. Beberapa di antaranya hanyalah ilusi yang dibuat dengan hati-hati.
Dikutip dari hackspirit pada Minggu (8/12), berikut 4 perilaku yang menandakan kebaikan hati seseorang yang tidak seperti yang terlihat. Mari kita buka kedok kebenarannya bersama-sama!
1) Mereka memberikan pujian yang berlebihan
Dalam dunia interaksi manusia yang kompleks, sanjungan sering kali bisa menjadi pedang bermata dua.
Orang yang benar-benar baik hati cenderung memuji orang lain dengan cara yang tulus dan bermakna. Namun, mereka yang hanya bersikap baik tapi sebenarnya tidak, sering kali menggunakan sanjungan yang berlebihan sebagai alat.
Orang-orang ini akan menghujani Anda dengan pujian, dan meskipun awalnya terasa menyenangkan, biasanya ada agenda tersembunyi. Mereka mungkin menggunakan sanjungan untuk mendapatkan kepercayaan Anda atau membuat Anda lebih rentan terhadap tuntutan mereka.
Pujian yang berlebihan dan tidak tulus bukanlah tanda kebaikan, melainkan sebuah indikasi manipulasi. Jadi, jika pujian seseorang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar pujian itu memang benar.
2) Mereka hanya menunjukkan kebaikan ketika mereka membutuhkan sesuatu
Beberapa tahun yang lalu, saya memiliki seorang teman yang selalu muncul dengan senyuman dan uluran tangan, tetapi hanya ketika dia membutuhkan bantuan. Entah itu meminjam mobil saya atau meminta bantuan untuk sebuah proyek, kebaikannya tampak berbanding lurus dengan kebutuhannya.
Pada hari-hari biasa, dia hampir tidak ada atau bahkan tidak ada. Tetapi ketika dia membutuhkan sesuatu, kebaikannya yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Kemurahan hatinya bersyarat, dan tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menyadarinya.
Dalam perjalanan kesadaran saya, saya telah belajar bahwa kebaikan yang sejati itu tidak bersyarat. Kebaikan itu tidak berfluktuasi berdasarkan kebutuhan atau keadaan pribadi. Orang yang tulus tidak menggunakan kebaikan sebagai alat tawar-menawar.
Jadi, waspadalah terhadap perubahan perilaku ini. Mereka mungkin hanya mengungkapkan warna asli dari orang-orang di sekitar Anda.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
