Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 03.57 WIB

7 Tanda Kamu Perlu Menjauh dari Anggota Keluarga yang Toxic Menurut Psikologi, Saatnya Mulai Prioritaskan Kesehatan Mentalmu!

Ilustrasi 7 tanda kamu perlu menjauh dari anggota keluarga yang toxic. - Image

Ilustrasi 7 tanda kamu perlu menjauh dari anggota keluarga yang toxic.

JawaPos.com - Hubungan yang beracun dapat merusak mental. Tetapi hubungan toxic yang hadir dari ikatan keluarga menjadi salah satu keputusan mustahil yang sulit untuk ditinggalkan atau dijauhi.

Namun, psikologi telah mengungkapkan bahwa memelihara hubungan ini mungkin akan lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat. Kamu akan merasakan cemas, depresi, hingga rasa bersalah setelah setiap interaksi dengan mereka.

Jika perasaan ini berlanjut, maka hal yang perlu kamu prioritaskan adalah kesehatan mental.

Dilansir dari Baseline Mag, terdapat 7 tanda psikologis yang menunjukkan bahwa mungkin sudah saatnya kamu untuk menjauh dari anggota keluarga yang beracun atau toxic.

1. Terkuras emosi secara konsisten

Dalam hubungan apapun pastinya ada pasang surut. Namun, saat kamu berhadapan dengan anggota keluarga yang toxic, pola negatif ini datang secara konsisten yang membuat kamu merasa terkuras secara emosional.

Saat berhadapan dengannya kamu akan selalu berada dalam posisi waspada dan mengantisipasi setiap komentar menyakitkan atau ledakan emosi berikutnya. Kritik yang terus menerus, pengalihan kesalahan, atau perasaan bersalah dapat membuat cemas, tertekan, atau bahkan meragukan harga diri.

Ingatlah, setiap orang punya hari-hari buruk atau saat-saat lemah. Namun, jika kenegatifan hadir terus-menerus dan luapan emosi tampaknya tak berujung, itu mungkin pertanda dinamika yang beracun.

2. Merasa ringan saat mereka tidak ada

Kamu mungkin merasa bahwa saat jauh dari orang-orang ini, ada beban yang terangkat dari pundak. Kamu akan merasa lebih rileks, menjadi diri sendiri, dan tidak terlalu stres. Tawa lebih mudah datang, begitupula ketenangan pikiran.

Sungguh suatu kesadaran aneh ketika ketidakhadiran anggota keluarga tertentu terasa lebih seperti kebebasan daripada kesepian. Keluarga seharusnya menjadi sumber dukungan dan kasih sayang, bukan sumber stres yang tak berkesudahan.

Jika ketidakhadiran mereka membawa kelegaan alih-alih kerinduan, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan kamu dengan mereka.

3. Kesehatan fisik yang terganggu

Kita seringkali meremehkan dampak lingkungan emosional terhadap kesehatan fisik. Namun, stres dan kecemasan dapat terwujud dalam bentuk berbagai gejala fisik. Gejalanya dapat berupa sakit kepala yang terus muncul, masalah perut, hingga kondisi yang lebih serius.

Faktanya sistem respon stres tubuh jika terus menerus diaktifkan dapat memicu peradangan dan perubahan pada cara tubuh berfungsi sehingga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore