
Ilustrasi mendampingi anak dengan disabilitas belajar (Freepik)
JawaPos.com – Setiap anak memiliki cara belajar yang unik, termasuk mereka yang mengalami disabilitas. Dukungan yang tepat dapat membantu mereka menghadapi kesulitan dan mengembangkan potensi diri secara optimal.
Disabilitas belajar mengacu pada gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami, menyimpan, atau mengkomunikasikan informasi. Kondisi ini tidak mencerminkan tingkat kecerdasan tetapi menyoroti kebutuhan akan pendekatan khusus dalam pembelajaran.
Pemahaman tentang strategi pembelajaran membantu orang tua dan guru memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Hal ini juga mendorong perkembangan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan untuk keberhasilan jangka panjang.
Berikut tujuh strategi efektif membantu anak dengan disabilitas belajar di rumah dan sekolah dilansir dari laman Helpguide oleh JawaPos.com, Senin (2/12):
1. Pahami Karakteristik Anak
Mengenal karakteristik anak dengan disabilitas adalah langkah awal yang penting. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, seperti kesulitan membaca, menulis, atau memahami konsep tertentu.
Dengan memahami kesulitan yang dihadapi, strategi belajar dapat disesuaikan. Identifikasi kekuatan anak, karena hal ini bisa menjadi pintu masuk dalam membantu mereka belajar.
Diskusikan dengan anak tentang cara belajar yang membuat mereka nyaman dan efektif. Berikan dorongan positif untuk membangun rasa percaya diri mereka.
2. Ciptakan Lingkungan Belajar Positif
Lingkungan belajar yang mendukung akan meningkatkan motivasi anak. Pastikan ruangan memiliki pencahayaan cukup dan bebas gangguan.
Sediakan alat bantu belajar, seperti buku bergambar atau perangkat multisensory. Berikan jadwal rutin yang fleksibel namun konsisten untuk menjaga fokus.
Gunakan metode yang melibatkan semua indera, seperti membaca sambil mendengar musik yang menenangkan. Hindari tekanan berlebih agar anak tetap merasa nyaman.
3. Fokus pada Kekuatan Anak
Setiap anak memiliki kelebihan yang dapat dikembangkan lebih jauh. Jangan hanya terfokus pada kekurangan atau kesulitannya.
Identifikasi minat dan bakat anak untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Libatkan mereka dalam kegiatan yang sesuai dengan kekuatan tersebut, seperti seni atau olahraga.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
