Ilustrasi cara tipe kepribadian MBTI menunjukkan empati pada orang lain.
JawaPos.com - Tumbuh dalam keadaan miskin dapat membentuk seseorang dengan cara yang mendalam. Hal ini dapat mengajarkan Anda tentang nilai uang, kerja keras, dan ketangguhan. Namun, hal ini juga dapat meninggalkan perilaku yang mengikuti Anda hingga dewasa.
Sebagai orang dewasa, mereka yang pernah mengalami kemiskinan di masa kecilnya sering kali menunjukkan perilaku tertentu, beberapa di antaranya mungkin akan mengejutkan Anda.
Berikut adalah 5 perilaku yang cenderung ditunjukkan oleh orang-orang yang tumbuh miskin di masa dewasa, dikutip dari hackspirit pada Senin (25/11).
1) Mereka menilai uang secara berbeda
Uang memiliki arti yang berbeda bagi mereka yang tumbuh dalam kemiskinan. Bagi mereka, uang bukan hanya sebuah alat tukar, tapi juga simbol keamanan dan stabilitas.
Karena mereka pernah mengalami kesulitan karena tidak memiliki cukup uang, mereka cenderung lebih berhati-hati dengan pengeluaran dan sering kali berusaha keras untuk menabung. Mereka mungkin menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan lebih memilih barang yang praktis dan tahan lama daripada barang mewah atau trendi.
Bukan berarti mereka tidak tahu cara menikmati hidup atau membelanjakan uang untuk diri mereka sendiri. Hanya saja, perspektif mereka tentang uang berakar dari masa lalu, di mana setiap sen dihitung.
Perilaku ini sering kali terbawa hingga dewasa, membentuk kebiasaan dan keputusan keuangan mereka. Dan meskipun hal ini dapat mengarah pada tingkat kemampuan berhemat dan penganggaran yang mengagumkan, hal ini juga mencerminkan beban tak terlihat yang ditanggung oleh mereka yang dibesarkan dalam keadaan miskin.
2) Mereka banyak akal
Tumbuh besar dalam keadaan miskin, satu hal yang saya pelajari sejak dini adalah bertahan dengan apa yang saya miliki. Ketika Anda tidak memiliki banyak hal, Anda menjadi kreatif.
Saya ingat saat-saat ketika kami tidak mampu membeli perlengkapan sekolah yang baru, jadi saya membuat sampul buku saya sendiri dari tas belanjaan dan menggunakan kembali buku catatan lama dengan merobek halaman yang sudah terpakai. Kami tidak mampu untuk pergi ke toko bahan makanan secara teratur, jadi makanan sering kali menjadi permainan “apa yang bisa kita buat dengan apa yang tersisa di dapur?”
Bakat untuk mencari akal ini tidak hilang begitu saja ketika keadaan membaik. Sebagai orang dewasa, saya mendapati diri saya masih tetap kreatif dalam situasi di mana orang lain mungkin akan menyerah atau membuka dompet mereka.
Baik itu memperbaiki keran yang bocor tanpa memanggil tukang ledeng, atau membuat makanan gourmet dari sisa makanan, akal ini adalah perilaku kuat yang sering dibawa oleh mereka yang tumbuh miskin hingga dewasa.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
