Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 November 2024 | 21.25 WIB

Mengenal Quarter Life Crisis, Berupaya Bertahan dalam Seperempat Usia Sembari Membangun Jati Diri dengan Banyaknya Tuntutan Kehidupan  

Ilustrasi orang yang sedang mengalami quarter life crisis. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang mengalami quarter life crisis. (Freepik)

JawaPos.com – Istilah krisis seperempat kehidupan merujuk pada kecemasan dan keraguan terhadap diri seseorang. Krisis ini dialami sejumlah orang dewasa muda selama pertengahan hingga akhir usia 20-an dan awal usia 30-an.

Hal ini kerap ditandai dengan transisi keluar dari bangku kuliah menuju dunia kerja, yang kerap disertai perubahan peran dan bertambahnya rasa tanggung jawab. 

Banyak seseorang yang berada pada fase kehidupan ini sering kali telah memulai karir, menjalin hubungan yang berkomitmen, menjadi mandiri secara finansial, dan membangun keluarga.

Bagi sebagian orang, mungkin tampak bahwa mereka akhirnya telah mencapai banyak tujuan yang telah mereka bangun.

Sebagian orang mengganggap fase ini terkadang ditandai oleh perasaan tidak pasti. Mereka  mempertanyakan pilihan, identitas, dan hubungan mereka.

Mereka mungkin merasa lelah dan terhalang oleh kurangnya kemajuan atau mempertanyakan arah hidup mereka secara keseluruhan.

Melansir dari Very Well Mind, berikut beberapa hal yang yang sering berkaitan dengan quarter life crisis.

Tanda atau gejala penderita ‘Quarter life crisis’

Hal umum yang sering terjadi bagi penderita fase kehidupan ini adalah sering kali mengalami ambiguitas atau munculnya rasa keraguan tentang status kedewasaan, juga kebutuhan untuk mengeksplorasi diri.

Bahkan termasuk ketidakstabilan dalam hubungan, terlalu fokus pada diri sendiri, serta ketakutan akan kehidupan di masa depan.

Beberapa tanda dan gejala umum yang mungkin dialami meliputi beberapa hal, di antaranya:

  1. Tidak memiliki tujuan: Sering kali penderita ini merasa hidup tidak memiliki tujuan, sehingga sering merasa gelisah dan memiliki keinginan untuk mengubah sesuatu dalam hidup yang telah dijalani.
  2. Krisis identitas: Sering kali penderita ini mendapati dirinya mempertanyakan akan status identitasnya. Termasuk memiliki keraguan tentang keyakinan, tujuan, nilai, dan rasa pada diri sendiri.
  3. Ketidakpastian pekerjaan: Banyak dijumpai bahwa penderita ini tidak yakin tentang karir yang mereka jalani. Mereka kerap kali bertanya-tanya apakah telah memilih jalan yang salah dan membuang-buang waktu untuk pendidikan dan pelatihan yang tidak tepat bagi dirinya.
  4. Stres dalam sebuah hubungan: Penderita ini banyak yang merasa tidak yakin tentang hubungan mereka dan bertanya-tanya apakah hubungan romantis dan persahabatan yang mereka jalani akan bertahan lama dan berhasil.
  5. FOMO: Banyak dijumpai pada penderita ini memiliki rasa takut yang sangat besar untuk ketinggalan dalam hal apapun. Sering kali mereka merasa tidak memiliki pencapaian atau pengalaman yang dialami oleh teman sebaya mereka.
  6. Keragu-raguan: Penderita ini sering kali merasakan kesulitan dalam mengambil keputusan dan khawatir tidak bisa mempercayai intuisi yang mereka yakini.
  7. Terisolasi: Bagi penderita ini, sering kali mereka merasa terputus dari orang lain, atau mendapati diri mereka menarik diri dari orang-orang terdekat.
  8. Mendekam: Banyak yang merasa bahwa penderita ini mungkin merasa hidupnya sedang kosong dan stagnan, tetapi dengan rasa apatisdan putus asa hingga membuat mereka sulit menemukan motivasi untuk dapat berubah.

Jenis-jenis penderita ‘Quarter life crisis'

Para peneliti berpendapat bahwa ada dua tipe utama krisis seperempat kehidupan: terkunci di dalam dan terkunci di luar.

  1. Krisis terkunci dalam: Hal ini lebih mengacu pada perasaan akan memiliki suatu kewajiban untuk tetap menjalankan suatu peran meskipun merasa tidak puas dengan peran tersebut.
  2. Krisis terkunci luar: Hal ini lebih mengacu kepada melibatkan sesuatu dengan ketidakmampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Seperti tidak dapat menemukan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Tantangan yang dihadapi oleh penderita ‘Quarter life crisis'

Fase dewasa muda adalah masa penuh tantangan baru dan perubahan hidup yang besar. Terkadang hal ini bisa menyenangkan, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan ketidakpastian. Beberapa tantangan yang dapat memicu krisis seperempat kehidupan meliputi:

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore