Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 20.32 WIB

10 Ciri dan Kebiasaan Orang Tua yang Sering Dibenci Anak-Anak, Saat Mereka Beranjak Dewasa Menurut Penelitian Psikologi

Ilustrasi orang tua dan anak yang tidak harmonis. (Pexels/RDNE Stock project) - Image

Ilustrasi orang tua dan anak yang tidak harmonis. (Pexels/RDNE Stock project)


JawaPos.Com - Seiring bertambahnya usia, hubungan antara orang tua dan anak seringkali menjadi kompleks dan penuh dinamika.

Ketika anak-anak beranjak dewasa, sering kali mereka mulai menolak atau menjauhi orang tua.

Bukan tanpa alasan, biasanya mereka telah berusaha untuk mencintai dan menghormati orang tua, tetapi beberapa perilaku justru menghambat kedekatan emosional ini.

Oleh karenanya, membuka jalan untuk komunikasi yang lebih sehat dan mendukung batasan adalah kunci untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sudah lama terjalin penuh konflik.

Seperti dikutip dari Your Tango, penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa tanggung jawab membangun hubungan yang sehat tidak sepenuhnya berada di tangan anak-anak.

Berusaha memahami perspektif anak-anak yang sudah dewasa, menjadikan orang tua lebih bijak dalam memperbaiki hubungan yang mungkin retak akibat pola asuh yang mungkin kurang tepat.

Tidak hanya pola asuh, pada kasus-kasus tertentu, perilaku orang tua seringkali diakui menjadi sumber frustrasi bagi anak-anak mereka yang sudah dewasa.

Namun perilaku apa saja? Berikut adalah ciri-ciri dan kebiasaan umum orang tua yang kerap dibenci oleh anak-anak mereka setelah dewasa, akibat beberapa hal menurut penelitian psikologi.

1. Berpikiran Tertutup

Orang tua yang berpikiran tertutup sering kali membuat anak-anak mereka merasa tidak memiliki kebebasan untuk mengemukakan ide atau pandangan.

Tanpa ruang untuk berbicara dan merasa didengarkan, hubungan emosional antara anak dan orang tua menjadi renggang. Kurangnya pemahaman ini bisa melukai kepercayaan diri anak sejak kecil, hingga dewasa.

2. Sulit Berkomunikasi Secara Terbuka

Menurut penelitian dari American Journal of Speech-Language Pathology, anak-anak yang mengalami trauma dan perlakuan buruk dari orang tua cenderung kesulitan mengembangkan pola komunikasi yang sehat.

Mereka mungkin terjebak dalam pola komunikasi yang menyesuaikan dengan perlakuan orang tua yang tidak ideal, sehingga komunikasi sehat terasa sulit dilakukan.

Ketika orang tua enggan berbicara secara jujur dan terbuka, mereka malah menciptakan jarak dengan anak-anaknya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore