Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 20.22 WIB

Kamu Akan Tetap Punya Pikiran Tajam Seiring Menua Jika Meninggalkan 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi perilaku pikiran tajam menurut Psikologi. - Image

Ilustrasi perilaku pikiran tajam menurut Psikologi.

JawaPos.com – Mempertahankan pikiran yang tajam saat menua adalah impian banyak orang, dan psikologi menunjukkan bahwa caranya tidak hanya bergantung pada latihan otak, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari yang kita pilih untuk ditinggalkan.

Ternyata, perilaku yang merusak fokus, merugikan kesehatan mental, atau membatasi pandangan dapat mempercepat penurunan kognitif.

Menghindari kebiasaan ini tidak hanya membuat pikiran tetap tajam, tetapi juga membantu kamu menghadapi usia dengan ketenangan dan daya pikir yang terjaga.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (8/11), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku yang harus dijauhi jika ingin tetap punya pikiran tajam meski usia bertambah menurut Psikologi.

1. Mengurangi konsumsi media sosial

Melamun sambil menggulir layar media sosial tanpa tujuan ternyata berdampak buruk pada kinerja nalar. Aktivitas ini tidak melibatkan otak secara aktif karena kita hanya menerima informasi secara pasif tanpa mengolahnya secara mendalam.

Paparan berlebihan pada layar digital juga dapat mengganggu pola tidur yang sangat penting untuk menjaga ketajaman berpikir. Untuk mencegah dampak negatif tersebut, sebaiknya tetapkan batas waktu penggunaan gawai dan ganti dengan aktivitas yang lebih menantang seperti membaca buku atau memecahkan teka-teki.

2. Mengabaikan aktivitas fisik

Olahraga teratur tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga vital untuk menjaga daya nalar. Gerakan fisik meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membantu pengiriman oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak.

Selain itu, berolahraga juga merangsang produksi neurotrofin - zat yang mendorong pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron. Rutinitas seperti jalan-jalan di taman, yoga, atau menari bisa menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran mental.

3. Membiarkan stres berkepanjangan

Tekanan hidup yang dibiarkan berlarut-larut bisa merusak kesehatan kognitif. Stres kronis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penurunan daya nalar.

Jika dibiarkan terus aktif, respons darurat tubuh ini bisa menggerogoti kondisi fisik dan mental. Meditasi penuh kesadaran (mindfulness) terbukti efektif mengelola stres dan melindungi ketajaman berpikir.

4. Tidak peduli kesadaran diri

Kesadaran diri sangat penting untuk memahami kekuatan dan kelemahan, ketakutan, serta keyakinan yang membatasi. Mengenal diri sendiri membantu kita memahami bagaimana cara memproses informasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore