Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 18.10 WIB

Ingin Work Life Balance, 8 Kelemahan Gen Z yang Bikin Karir Mereka Stuck!

Tips tetap work life balance saat WFH (unsplash/SCREEN POST). - Image

Tips tetap work life balance saat WFH (unsplash/SCREEN POST).

JawaPos.com - Generasi Z atau yang biasa dikenal dengan Gen Z adalah sebutan untuk anak-anak yang lahir pada tahun 1997 sampai 2012.

Banyak narasi yang menyebutkan bahwa Gen Z lebih lemah daripada generasi sebelum-sebelumnya dan tidak memiliki etika yang baik.

Dalam hal karir atau pekerjaan, Gen Z juga disebut-sebut sering mengutamakan work life balanceSiapa sangka, meskipun baik untuk kesehatan mental, hal ini juga dapat menjadi kelemahan mereka.

Lebih lengkapnya, berikut ini beberapa kelemahan Gen Z yang membuat karir menjadi stuck, dilansir dari laman Coaching 2 Grow pada (6/11).

  1. Tidak sabar mengerjakan tugas yang berulang-ulang

Gen Z mungkin kesulitan dengan tugas-tugas yang monoton. Mereka berkembang dalam lingkungan yang dinamis. Namun, mungkin sulit untuk tetap terlibat dalam tugas-tugas yang berulang.

  1. Terdistraksi oleh teknologi

Etos kerja Gen Z sangat bergantung pada teknologi. Namun, mereka juga mungkin menghadapi gangguan dari teknologi di tempat kerja.

Akses smartphone dan media sosial dapat mengganggu fokus dan produktivitas mereka.

  1. Relasi yang terbatas

Gen Z mungkin memiliki relasi profesional yang terbatas dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Hal ini dapat menghambat akses mereka ke peluang kerja dan bimbingan karir.

  1. Ketergantungan pada teknologi

Meskipun Gen Z dianggap paling mahir soal digital, ketergantungan yang tinggi pada teknologi dapat menjadi kelemahan bagi mereka.

Hal ini dapat dilihat dari bentuk komunikasi tatap muka, pemecahan masalah, dan tantangan berpikir kritis.

  1. Kurangnya pengalaman kerja profesional

Salah satu kelemahan yang mungkin dihadapi oleh individu Gen Z adalah pengalaman kerja profesional yang terbatas.

Banyak dari mereka yang baru pertama kali memasuki dunia kerja. Hal ini dapat menimbulkan tantangan dalam hal pengetahuan industri dan memahami dinamika tempat kerja.

  1. Tidak sabar dalam jenjang karir

Gen Z mungkin memiliki ekspektasi yang tinggi untuk perkembangan karier. Ketidaksabaran ini dapat menyebabkan frustrasi dan ketidakpuasan jika ekspektasi mereka tidak terpenuhi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore