Namun, di tengah semua itu, masih ada orang-orang yang tidak ikut-ikutan. Mereka menggunakan media sosial hanya untuk bersenang-senang dan jarang mengunggah fotonya sendiri di media sosial.
Orang dengan tipe ini tak banyak di era gempuran media sosial yang menarik untuk memamerkan diri. Apakah itu berarti orang yang jarang mengunggah foto di media sosial adalah sosok low profile?
Dikutip dari quora, inilah 7 kepribadian orang yang jarang unggah fotonya di media sosial:
1. Kekhawatiran Privasi
Low profile? Ya, bisa jadi. Banyak orang yang tak mengunggah dirinya di media sosial karena mengutamakan privasi mereka.
Kebanyakan dari mereka mungkin merasa tidak nyaman membagikan gambar pribadi mereka ke publik karena hawatir tentang bagaimana informasi mereka dapat digunakan atau disalahgunakan oleh orang lain.
2. Anonimitas dan Identitas
Beberapa pengguna lebih suka tetap anonim saat online untuk menyembunyikan jati dirinya yang sesungguhnya. Ini tak selalu berarti buruk.
Ini justru bisa menjadi cara untuk mengeksplorasi berbagai aspek identitas mereka tanpa tekanan untuk dikenali atau dinilai berdasarkan penampilan mereka.
3. Kecemasan Sosial
Buruknya, orang yang jarang mengunggah fotonya di media sosial juga bisa jadi mengalami kecemasan sosial.
Mereka mungkin menghindari mengunggah foto diri karena takut akan komentar atau penilaian negatif dari orang lain. Bagi sebagian orang hal itu tentu bisa berarti banyak.
4. Minimalisme dan Intensionalitas
Beberapa orang menggunakan pendekatan minimalis terhadap media sosial dengan berfokus pada konten daripada presentasi diri. Nah, begitulah orang-orang yang jarang mengunggah foto dirinya di media sosial.
Mereka mungkin percaya bahwa media sosial seharusnya digunakan untuk berbagi ide atau informasi daripada hanya sekadad foto dan pencapaian pribadi.
5. Nilai Budaya atau Pribadi
Latar belakang budaya atau keyakinan pribadi dapat memengaruhi keputusan untuk tidak mengunggah foto diri.
Beberapa budaya menekankan kesopanan atau tidak menganjurkan memamerkan kehidupan pribadi di depan umum.
6. Detoksifikasi Digital dan Kesehatan Mental
Orang-orang mungkin memilih untuk tidak menggunakan media sosial dengan cara yang biasa untuk meningkatkan kesejahteraan mental.
Mereka yang tak mengunggah foto nya di media sosial menghindari tekanan media sosial yang dapat menjadi bentuk detoksifikasi digital dan membuat diri menjadi ringkih.
7. Kurangnya Ketertarikan pada Media Sosial
Sebagian orang tidak menganggap media sosial menarik atau tidak menganggapnya sebagai cara yang berharga untuk menghabiskan waktu mereka. Begitulah yang dipikirkan orang-orang yang jarang mengunggah foto diri di medias sosial.
Mereka mungkin memiliki akun tetapi memilih untuk tidak terlibat secara aktif dan hanya ingin bersenang-senang di waktu senggang saja.
Mereka tak memilih menghabiskan waktu berlama-lama di layar kaca dan terus menggulirkan jari.