
Ilustrasi orang yang punya tingkat kemampuan berpikir kritis yang rendah.
JawaPos.com - Kemampuan berpikir kritis adalah keterampilan penting yang membantu kita menilai informasi secara objektif, membuat keputusan yang baik, dan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan ini dengan kuat. Dalam beberapa situasi, kita mungkin mendapati orang-orang di sekitar kita, atau bahkan diri kita sendiri, melakukan hal-hal yang justru menunjukkan rendahnya keterampilan berpikir kritis.
Menurut psikologi, terdapat beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang kurang mampu untuk berpikir secara kritis.
Artikel ini akan menguraikan beberapa perilaku yang menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis pada diri seseorang, sekaligus memberikan pemahaman mendalam agar kita dapat menghindari pola pikir yang merugikan ini dan mulai melatih diri untuk berpikir lebih jernih serta logis.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Senin (4/11), berikut merupakan 7 perilaku yang menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis pada diri seseorang, menurut psikologi.
1. Mengikuti Pendapat Orang Lain Tanpa Pertimbangan
Tanda berikutnya adalah kecenderungan mereka untuk mengikuti apa yang dikatakan orang lain tanpa berpikir dua kali.
Orang seperti ini cenderung mempercayai informasi hanya karena disampaikan oleh figur otoritas atau mayoritas, tanpa mencari tahu lebih dalam atau memeriksa kebenarannya.
Misalnya, mereka mungkin langsung percaya dan mencoba metode diet atau peluang bisnis yang banyak dibicarakan orang tanpa mencari informasi tambahan atau mempertimbangkan kemungkinan efek sampingnya.
Akibatnya, keputusan yang mereka ambil seringkali didasarkan pada dorongan dari luar, bukan hasil dari pemikiran atau riset yang matang.
2. Berpikir yang Kaku
Orang yang kurang berpikir kritis sering menunjukkan pemikiran yang kaku, yaitu mereka sulit menerima informasi baru yang berlawanan dengan keyakinan mereka.
Sekali mereka memiliki opini tertentu, mereka cenderung bertahan dengan opini tersebut, meskipun bukti menunjukkan sebaliknya.
Misalnya, jika mereka mendukung seorang tokoh publik, mereka akan mengabaikan fakta negatif tentang tokoh tersebut dan menganggap semua kritik hanyalah bentuk serangan pribadi.
Kecenderungan untuk menolak bukti ini menunjukkan bahwa mereka tidak fleksibel dan kurang terbuka dalam melihat sesuatu dari sudut pandang lain, sehingga sulit untuk memproses informasi secara objektif.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
