Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 18.37 WIB

Tips Memotong Bawang Tanpa Adegan Menangis, Bikin Kegiatan Masak Jadi Lebih Mudah dan Menyenangkan

Ilustrasi tips memotong bawang tanpa adegan menangis. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Ilustrasi tips memotong bawang tanpa adegan menangis. (Pexels/cottonbro studio)

JawaPos.com - Beberapa kegiatan di dapur dapat membuat siapa saja menangis. Mulai dari tangan yang terkena wajan panas, tergores pisau, hingga memotong bawang, kegiatan ini sering kali membuat beberapa orang tak bisa menahan menangis seperti halnya menonton film sedih.

Rasa khas dari berbagai jenis bawang ini berasal dari penggunaan unsur sulfur sebagai pertahanan diri. Tanaman yang tumbuh menyerap sulfur dari tanah dan menggabungkannya ke dalam empat jenis amunisi kimia yang berbeda.

Amunisi kimia ini akan mengapung dalam cairan sel sementara pemicu enzimnya disimpan secara terpisah dalam vakuola penyimpanan atau sebuah ruang di dalam sel.

Mengganggu sel bawang melalui pemotongan, pengirisan, dan pengunyahan akan melepaskan enzim yang dapat memecah molekul amunisi menjadi dua untuk menghasilkan molekul sulfur yang mengiritasi dan berbau kuat.

Bawang menghasilkan produk sulfur yang bertindak sebagai lakrimator atau zat yang menyebabkan robekan. Bahan kimia yang mudah menguap ini, akan keluar dari bawang yang rusak ke udara.

Bahan kimia ini akan mendarat di mata dan hidung dari orang yang memotong bawang. Di mana bahan ini tampaknya menyerang ujung saraf secara langsung kemudian terurai menjadi hidrogen sulfida, sulfur dioksida, dan asam sulfat.

Ada banyak faktor yang memengaruhi rasa pedas bawang, termasuk jenis bawang, suhu, dan usia bawang tersebut. Namun, hampir semua jenis bawang berpotensi membuat si pemotong menangis saat memotongnya.

Dilansir dari EatingWell, inilah tips memotong bawang tanpa adegan menangis.

1. Gunakan pisau tajam

Cara tercepat dan termudah untuk mengurangi dampak iritasi yang menyebabkan air mata adalah dengan memotong bawang dengan pisau yang tajam. Namun, cara ini tidak sepenuhnya menghilangkan sedikit air mata yang keluar selama memotong.

Tetapi, semakin mudah kamu mengiris bawang, maka akan semakin sedikit pula senyawa sulfur yang akan masuk mata. Kegiatan memotong bawang jadi lebih mudah. Tapi kamu perlu hati-hati, karena menggunakan pisau yang tajam bisa melukai tangan bila terburu-buru.

2. Mendinginkan bawang

Mengurangi molekul volatil dalam bawang dapat dilakukan dengan cara mendinginkan bawang selama sekitar satu jam. Cara ini bisa dilakukan jika kamu ingat dan menyiapkan kebutuhan masak jauh dari jam-jam masak.

Namun, tidak disarankan untuk menyimpan bawang utuh di lemari es dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena kelembapan yang berlebihan dapat membuat bawang rusak dan lembek.

3. Bekerja di dekat kipas angin

Jauhkan senyawa sulfur dari mata dan hidung dengan ventilasi yang cukup. Jendela kecil biasa tidak akan berfungsi dengan baik. Sebagai gantinya, kamu bisa menyalakan kipas angin dan meniupnya menjauh. Hal ini akan mengurangi jumlah lakrimat yang masuk ke saluran hidung dan mata.

4. Lindungi mata

Banyak cara untuk membantu menjaga saluran air mata tetap kering selama memotong bawang. Namun, ada satu cara yang bisa kamu coba yaitu mengenakan kacamata pelindung agar lakrimator tidak mengiritasi mata. Meskipun seperti ini bermain, kacamata tersebut dapat berfungsi dengan baik.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore