Ilustrasi orang yang terlihat baik tapi sebenarnya tidak (pexels)
JawaPos.com - Saat berinteraksi, kata-kata yang kita pilih dapat mempengaruhi hubungan dan persepsi orang lain terhadap kita. Meskipun beberapa ungkapan tampak tidak berbahaya, sebenarnya bisa menyimpan makna yang menyakitkan dan merugikan. Frasa-frasa ini sering kali menunjukkan bahwa seseorang tidak sebaik yang mereka klaim.
Memahami dan mengenali ungkapan-ungkapan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental kita dan menjalin hubungan yang lebih positif.
Dilansir dari laman Baseline, Jumat (25/10), berikut adalah 10 frasa yang sering digunakan oleh orang yang mungkin bukan pribadi yang baik:
1. Kamu selalu...
Ungkapan “Kamu selalu…” adalah sebuah ungkapan umum yang luas dan sering digunakan untuk mengkritik atau menyalahkan. Kalimat ini biasanya muncul saat seseorang merasa frustrasi atau marah. Penggunaan frasa ini tidak hanya tidak adil tetapi juga tidak baik, karena tidak mempertimbangkan kompleksitas tindakan dan perilaku seseorang. Menggunakan “Kamu selalu…” menunjukkan kurangnya kemampuan komunikasi yang efektif atau, lebih parah lagi, niat untuk mengontrol atau memanipulasi.
2. Itu hanya lelucon
Terkadang, seseorang membuat komentar pedas dan lalu mencoba menguranginya dengan mengatakan, “Itu hanya lelucon.” Penggunaan frasa ini sering kali menjadi cara yang licik untuk merendahkan atau mengejek orang lain di balik penyamaran humor. Orang-orang yang menggunakan frasa ini cenderung tidak bertanggung jawab atas kata-kata menyakitkan mereka dan berusaha untuk tidak menghadapi konsekuensinya.
3. Saya hanya jujur
Ada perbedaan antara kejujuran dan kekejaman, dan frasa “Saya hanya jujur” sering kali membingungkan batasan ini. Seseorang yang sering menggunakan ungkapan ini mungkin menggunakan kejujuran sebagai alasan untuk menyakiti orang lain, yang sayangnya, sering diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka yang terlalu jujur biasanya kurang empati dan kecerdasan emosional, lebih tertarik untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka daripada mempertimbangkan dampak kata-kata mereka terhadap orang lain.
4. Terserah.
Ungkapan “Terserah” adalah istilah yang meremehkan dan bisa sangat menjengkelkan untuk didengar. Ini menyiratkan bahwa pembicara tidak peduli dengan pikiran atau perasaan orang lain. Frasa ini digunakan untuk menghentikan percakapan dan menegaskan dominasi, bukan terlibat dalam dialog yang saling menghormati. Tingkah laku pasif-agresif ini sering digunakan oleh orang-orang yang tidak begitu mempertimbangkan atau memahami orang lain.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
