
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. (BPOM)
JawaPos.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tengah menghadapi sorotan tajam dari publik terkait dugaan keterlibatan oknum di lembaga tersebut dalam peredaran skincare beretiket biru yang diduga ilegal.
Produk-produk ini, yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, kini disinyalir dijual bebas tanpa pengawasan ketat. Kasus ini mencuat setelah pengusaha skincare berinisial HS asal Bandung diduga terlibat dalam produksi dan distribusi ilegal produk tersebut.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam konferensi pers pada Senin, 30 September 2024, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk pihak internal BPOM yang diduga terlibat dalam jaringan ini.
“Kami akan menyelesaikan ini dengan tuntas. Siapa pun yang bermain di dalamnya akan kami tindak, termasuk oknum BPOM,” ujar Taruna tegas.
Produk skincare beretiket biru biasanya diracik khusus oleh dokter sesuai kebutuhan pasien. Namun, praktik ilegal yang melibatkan produk ini telah berpotensi membahayakan konsumen, mengingat banyaknya produk yang dijual tanpa izin dan tanpa pengawasan yang memadai.
Investigasi BPOM terhadap kasus ini masih berlangsung. Mohamad Kashuri, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, menyatakan bahwa pengusaha HS telah dipanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan pelapor telah diundang untuk memberikan keterangan. “Proses sedang berjalan, dan kami akan segera merilis hasilnya,” ujar Kashuri.
Kasus ini semakin memanas setelah beberapa tokoh publik, seperti dokter kecantikan dan influencer, dr. Richard Lee, menyampaikan kekhawatirannya melalui media sosial. Dalam salah satu podcast-nya, dr. Richard Lee menyebut bahwa HS menjual produk berbahaya tersebut dengan bebas dan bahkan memanfaatkan influencer untuk mempromosikannya. Ungkapannya memicu kegeraman netizen, yang kemudian menuntut agar BPOM bertindak lebih tegas.
Di media sosial, netizen ramai-ramai mempertanyakan mengapa produk berbahaya ini bisa lolos pengawasan BPOM. Taruna Ikrar memastikan bahwa BPOM akan bertindak transparan dalam menangani kasus ini dan akan mengumumkan hasil investigasi dalam waktu dekat.
Salah satu netizen dengan username @meiyinaa mempertanyakan, “Kok bisa lolos BPOM kak?” ketika membahas kasus skincare etiket biru yang ramai diperbincangkan di platform X.
Keterlibatan oknum dalam BPOM akan menjadi ujian besar bagi integritas lembaga ini di mata publik, namun BPOM berjanji tidak akan tinggal diam. "Hasilnya diharapkan keluar dalam waktu dekat,” tutup Taruna.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
