Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2024 | 14.29 WIB

Menurut Psikologi, Orang Mempunyai Trauma Masa Kecil Mengembangkan 6 Perilaku Ini dalam Hubungannya

Takut ditinggalkan adalah salah satu perilaku orang yang ditunjukkan dalam hubungan karena adanya trauma masa kecil (freepik) - Image

Takut ditinggalkan adalah salah satu perilaku orang yang ditunjukkan dalam hubungan karena adanya trauma masa kecil (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya ada hubungan yang jelas antara pengalaman masa lalu kita dan perilaku kita saat ini. Trauma masa kecil khususnya dapat berdampak signifikan pada hubungan kita saat dewasa.

Sering kali, dampaknya tidak kentara dan kita mungkin tidak menyadari penyebabnya. Ini bukan tentang menyalahkan atau berkutat pada masa lalu tetapi lebih kepada memahami dan mengendalikan bagaimana masa lalu membentuk masa kini Anda.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku orang yang mempunyai trauma masa kecil yang tampak dalam hubungannya sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Minggu (29/9) sebagai berikut :

1. Kewaspadaan berlebihan

Bukan hal yang aneh bagi mereka yang mengalami trauma masa kecil untuk mengembangkan rasa kewaspadaan yang meningkat. Kewaspadaan yang berlebihan ini merupakan mekanisme penanggulangan.

Hal ini berkembang sebagai respons terhadap lingkungan yang tidak dapat diprediksi atau tidak aman di masa lalu. Ini adalah naluri bertahan hidup yang selalu waspada terhadap potensi bahaya atau ancaman.

Dalam konteks hubungan, hal ini dapat diartikan sebagai sikap terlalu berhati-hati atau curiga. Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus membaca kata-kata atau tindakan pasangan Anda, mengantisipasi pengkhianatan atau penolakan.

2. Kesulitan mempercayai orang lain

Kepercayaan adalah pondasi dasar dalam hubungan apa pun. Namun,bagi seseorang yang pernah mengalami trauma masa kecil maka kepercayaan bukanlah hal yang mudah.

Sebagai orang dewasa, Anda merasa sulit untuk memercayai pasangan Anda karena selalu khawatir mereka akan menyakiti dan mengecewakan Anda pada akhirnya.

3. Berjuang dengan keintiman

Trauma masa kecil dapat menciptakan tembok pemisah sehingga sulit bagi individu untuk bersikap terbuka dan rentan dalam hubungan mereka. Perjuangan untuk mencapai keintiman ini bukan tentang kedekatan fisik tetapi juga keintiman emosional.

Orang-orang dengan riwayat trauma masa kecil lebih mengalami kesulitan dalam hubungan intim mereka saat dewasa.

Mereka kesulitan mengekspresikan perasaan atau kebutuhan mereka atau bahkan mungkin menarik diri dari kedekatan untuk melindungi diri dari potensi rasa sakit.

Penarikan diri ini dapat membingungkan pasangan sering kali disalahartikan sebagai kurangnya minat atau kasih sayang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore