Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 17.49 WIB

Orang yang Terlalu Dipuji saat Masa Kecil Biasanya Miliki 9 Sifat Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

Ilustrasi sifat yang menunjukkan bahwa seseorang semasa kecil sering dipuji secara berlebihan menurut Psikologi. - Image

Ilustrasi sifat yang menunjukkan bahwa seseorang semasa kecil sering dipuji secara berlebihan menurut Psikologi.

JawaPos.com – Menurut Psikologi, orang yang terlalu dipuji saat masa kecil biasanya akan mengembangkan sederet sifat tertentu di kemudian hari. Sanjungan yang berlebihan di masa anak-anak dapat memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.

Psikologi menunjukkan bahwa anak-anak di masa kecil yang sering dipuji tanpa evaluasi yang seimbang cenderung menjadi kurang mampu menerima kritik dan bisa menjadi terlalu percaya diri. Mereka mungkin juga mengembangkan harapan tinggi terhadap pengakuan dan pujian dari orang lain di masa dewasa.

Sifat ini dapat menciptakan tantangan dalam hubungan interpersonal, serta memengaruhi kinerja dan kepuasan pribadi mereka.

Dinukil dari Hack Spirit pada Senin (23/9), dijelaskan bahwa terdapat sembilan sifat yang menunjukkan bahwa seseorang semasa kecil sering dipuji secara berlebihan menurut Psikologi.

1. Rasa berhak yang berlebihan

Anak-anak yang terlalu banyak dipuji cenderung tumbuh menjadi orang dewasa dengan rasa berhak yang tidak proporsional. Mereka mungkin percaya bahwa mereka lebih unggul dari orang lain dan pantas mendapatkan perlakuan istimewa.

Sikap ini dapat menimbulkan masalah dalam hubungan sosial dan lingkungan profesional, di mana kerjasama dan saling menghargai sangat penting. Orang-orang dengan rasa berhak yang berlebihan mungkin mengharapkan orang lain selalu memenuhi keinginan mereka atau memberikan perlakuan khusus tanpa alasan yang jelas.

2. Kesulitan menerima kritik

Mereka yang terbiasa mendapat pujian berlebihan sejak kecil sering kali mengalami kesulitan ketika menerima kritik saat dewasa. Kritik konstruktif, yang seharusnya menjadi peluang untuk berkembang, malah dianggap sebagai serangan pribadi.

Akibatnya, mereka cenderung bersikap defensif atau menolak masukan yang diberikan. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan profesional mereka, karena ketidakmampuan menerima umpan balik yang membangun membatasi kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar dari kesalahan.

3. Ketergantungan pada validasi eksternal

Orang dewasa yang dulu terlalu banyak dipuji sebagai anak-anak seringkali menjadi sangat bergantung pada pengakuan dari orang lain. Mereka terus-menerus mencari persetujuan dan pujian untuk merasa berharga atau sukses.

Ketergantungan ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengambil keputusan secara mandiri, karena selalu membutuhkan konfirmasi dari orang lain. Kepercayaan diri mereka mungkin rapuh, karena terlalu bergantung pada pendapat eksternal daripada penilaian diri sendiri yang sehat.

4. Kesulitan menghadapi kegagalan

Anak-anak yang terbiasa mendapat pujian berlebihan sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang sulit menerima kegagalan. Mereka cenderung melihat setiap kegagalan atau kemunduran sebagai ancaman terhadap harga diri mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore