Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 September 2024 | 17.18 WIB

Mengungkap Pengalaman Operasi Plastik, Demi Lebih Cantik-Percaya Diri Rela ke Negeri Seberang

MAKIN PERJAYA DIRI: Meiliana menunjukkan hasil operasi plastik pada wajahnya (kiri) yang dilakukan di Korea Selatan pada Agustus lalu. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS) - Image

MAKIN PERJAYA DIRI: Meiliana menunjukkan hasil operasi plastik pada wajahnya (kiri) yang dilakukan di Korea Selatan pada Agustus lalu. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Dulu, operasi plastik dianggap tabu dan dilakukan secara diam-diam. Beberapa tahun belakangan, plastic surgery ”berevolusi” menjadi tren. Perkembangan teknologi kecantikan dan masifnya media sosial turut memengaruhi. Tak sedikit yang kian terbuka membagikan pengalamannya menjalani prosedur operasi plastik.

AGUSTUS lalu, kali pertama bagi Meiliana, 48, menjajal operasi plastik di Korea Selatan. Negara itu memang barometer industri operasi plastik dunia. Dia menjalani proses persiapan, operasi, hingga pemulihan selama sebulan.

Ada sekitar delapan poin titik di wajahnya yang diutak-atik. ”Sebelum operasi banyak diskusi, menentukan area mana saja yang mau dikerjakan,” tutur perempuan yang akrab disapa Cencen itu. Dokter menyarankan mana yang feasible dan tidak.

Pengalaman perdana itu bikin dia excited dan cemas. Secara fisik, Cencen tak boleh melakukan perawatan berlebihan di wajah. Tujuannya, tampilan wajah asli yang langsung ditangani dokter bedah plastik.

Selain itu, kesehatan tubuh harus optimal. Sebab, perjalanan dari Surabaya menuju Korea Selatan cukup panjang. Dia harus menjaga pola makan, istirahat cukup.

BANTU PEMULIHAN: Dokter Fifin Marini M.Biomed menangani perawatan pascaoperasi plastik untuk mempercepat penyembuhan. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Ketika proses operasi, Cencen menuturkan, rasa takut dan khawatir seketika hilang. Tapi, belum selesai sampai di situ. Pascaoperasi, dia harus menjaga gerakan wajahnya. Hingga dua pekan, sebisanya dia menjaga ekspresi datar. Tekanan pada wajah dijaga seminimal mungkin. Misalnya, tak boleh buang ingus, mengernyit, hingga menggunakan korset wajah.

Percepatan penyembuhan juga didorong dengan konsumsi makanan sehat. Sepekan pertama, Cencen mengonsumsi makanan yang bertekstur halus. Misalnya, bubur. Untuk membantu penyembuhan, dia mengonsumsi jus labu. ”Konsumsi suplemen, vitamin juga. Intinya nggak boleh stres biar kondisi tubuh prima,” tuturnya.

Bukannya bed rest, dia malah wajib jalan kaki tiap hari. Itu untuk memicu regenerasi sel yang sehat. ”Karena dalam operasi kemarin, otot-otot juga ikut ditarik di bagian wajah,” jelasnya. Olahraga berat baru boleh dilakukan satu bulan setelah operasi.

Pasca pemulihan, hasil mulai terlihat. Paling kentara, bagian mata dan alisnya. Kantong matanya yang sempat menggelap kini sudah hilang. Dagunya juga lebih terangkat.

Tampilan barunya itu membantu Cencen lebih percaya diri. Dia terbuka tentang semua prosedur yang dijalani. Sebagai MC, content creator, dan guru bahasa Mandarin, dia merasa tampilan barunya bisa meningkatkan kualitas hidupnya. ”Awet muda, tetap bisa aktif di mana pun. Sebagai guru maupun profesi lain,” jelasnya.

Meiliana ketika menjalani treatment dalam masa pemulihan. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Pengalaman serupa dibagikan Ardo (nama samaran). Setelah beberapa tahun lalu menjalani operasi plastik di Korea Selatan, akhir bulan nanti dia berencana melakukan face contouring di negara yang sama.

Pada operasi sebelumnya, fokus pada lipatan mata dan perbaikan hidung. ”Dari dulu banget, pengin punya lipatan mata, lalu hidung dan rahang yang bagus,” tuturnya.

Perbaikan hidung cukup detail. Bahkan, bentuk cuping hidung jadi diskusi penting antara Ardo dan tim dokter. ”Serunya di proses diskusi. Misal, kita ingin cuping begini, tapi dilihat dokternya cocoknya begitu, nah sampai akhirnya deal,” bebernya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore