
Ilustrasi istri marah kepada suaminya (freepik)
JawaPos.com - Memilih pasangan hidup memang tidak semudah yang dibayangkan, pada kenyataannya mereka harus mampu sejalan serta memahami kondisi kita. Terutama saat para perempuan memilih pria untuk menjadi pasangan hidupnya, karena dialah yang berperan menjadi kepala keluarga untuk membimbing istri serta anak-anaknya kelak.
Sebetulnya dari awal masa pendekatan, tanda-tanda pasangan hidup itu bisa kita rasakan tapi seringkali tertutup dari kata-kata dan perilaku romantisnya.
Melansir dari laman Hack Spirit, inilah 8 tanda halus pria yang berpotensi menjadi pasangan hidup yang problematik, di antaranya :
1. Tidak Mengetahui Batasan Sejak Awal Pendekatan
Saat awal pria itu mendekatimu, dia tak segan-segan untuk terus menerormu untuk meminta nomor handphone atau hal lainnya. Sehingga kamu mudah dirayu karena tindakannya yang selalu mengejar.
Tapi pria seperti itu kerap mengganggu dan sangat ambisius terhadap keinginannya sendiri, jika dia pasangan hidup yang baik maka akan mengerti batasan-batasan.
2. Dia Seorang Love Bomber
Love bomber adalah seseorang yang antusias atas perasaan cintanya saat awal-awal pendekatan, misalnya ketika kamu dan pria tersebut baru bertemu dua minggu, dia langsung menyatakan cinta dengan kata-kata romantisnya.
Love bombing adalah tindakan manipulasi yang sangat halus, dari awal dia sudah mengajakmu terbang tinggi dan bisa menjatuhkanmu kapan saja. Sehingga kejadian itu akan mengganggu kesehatan mental para perempuan.
Ciri-ciri perilaku love bombing adalah membicarakan masa depan terlalu dini, menghujani perempuan dengan kasih sayang dan pujian, mengirim pesan setiap menit, serta selalu mengajakmu untuk sering bertemu.
3. Mudah Cemburu
Tanda penting lainnya yang harus diwaspadai adalah rasa cemburu berlebihan, hal ini seringkali sejalan dengan sikap posesif dan perilaku mengendalikan.
Rasa cemburu yang berlebihan menandakan kurangnya kepercayaan. Terlebih lagi, hal ini sering kali berakar pada rendahnya harga diri sehingga menyebabkan banyak masalah lain dalam hubungan di kemudian hari.
4. Perilakunya Tidak Konsisten
Hubungan yang sudah memiliki komitmen akan tumbuh secara stabil, bukannya tidak konsisten. Menurut ahli, konsistensi antara ucapan dan tindakan sangat penting untuk membangun kepercayaan serta memastikan pasanganmu merasa aman dalam hubungan tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
