Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 September 2024 | 19.03 WIB

Sejarah Sulam Pita, Macam Teknik Menyulam, dan Ide Bisnis Kreatif: dari Seni Tradisional ke Bisnis Modern

GELANG SULAM PITA: Salah satu ide bisnis kerajinan sulam pita yang cantik dan kreatif (Nurul Fitriyah/JawaPos.com) - Image

GELANG SULAM PITA: Salah satu ide bisnis kerajinan sulam pita yang cantik dan kreatif (Nurul Fitriyah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Membuat kerajinan tangan menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas ini tidak hanya merangsang kreativitas dan imajinasi, tetapi juga meningkatkan keterampilan motorik halus serta kemampuan problem-solving.

Kerajinan tangan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan fokus, serta memberikan kepuasan tersendiri melalui hasil karya yang diciptakan. Dengan terlibat dalam proses pembuatan kerajinan tangan, kita dapat merasakan kebahagiaan setelah berhasil membuat barang kerajinan.

Kerajinan tangan semakin bervariasi dan kreatif dengan fokus pada teknik yang menggabungkan keindahan dan fungsionalitas. Salah satu tren terpopuler adalah kerajinan dengan bahan daur ulang, seperti tas dan aksesori yang terbuat dari material bekas yang mengedepankan keberlanjutan.

Teknik sulam pita dan beadwork juga semakin diminati karena detail dan keunikannya yang memukau. Kerajinan tangan berbasis digital, seperti desain 3D dan cetak kain dengan printer 3D, juga mengalami lonjakan popularitas, memberikan inovasi baru dalam dunia kerajinan.

Kerajinan sulam menawarkan berbagai teknik yang menonjolkan keindahan dan detail artistik. Mulai dari sulam pita yang dikenal dengan aksen tiga dimensi dan warna cerah hingga sulam benang yang menggabungkan teknik jahit tangan untuk menciptakan motif yang halus dan rumit.

SEJARAH SULAM PITA

Sejarah sulam pita dikutip dari laman journalofantiques.com oleh JawaPos.com (10/9) yaitu dimulai pada abad ke-17 di Perancis sebagai hiasan untuk seragam militer dan jubah pendeta. Pada akhir abad ke-18, sulaman pita menjadi bagian penting dari mode Perancis, dengan gaun pesta dihiasi dengan detail rumit.

Proses pembuatan yang memakan waktu berbulan-bulan, hanya bangsawan dan anggota istana mampu membeli gaun tersebut. Gaun istana saat itu sering menampilkan pannier besar, yaitu lingkaran yang memperlebar rok di samping sambil menjaga bagian depan dan belakang tetap datar.

Paris menjadi pusat mode dengan tokoh-tokoh seperti Madame Pompadour dan Marie Antoinette yang menetapkan tren melalui gaun mewah. Tren sulam pita sutra Prancis kemudian diadopsi oleh penjahit Inggris dan menyebar ke koloni, meskipun tetap eksklusif untuk kalangan kaya karena biaya tinggi.

Pertengahan abad ke-19, Charles Frederick Worth menghidupkan kembali sulam pita, menggunakannya untuk menghias gaun, payung, topi, dan sepatu kaum elit, termasuk Permaisuri Eugenie, menjadikannya simbol keterampilan dan status di kalangan wanita. Pada tahun 1920-an, sulam pita menjadi sangat populer dengan pita sutra dan rayon yang lebih terjangkau, digunakan untuk menghias pakaian malam, topi dan aksesori.

Buku petunjuk dan majalah didedikasikan untuk berbagai proyek kerajinan sulam pita, meskipun popularitasnya menurun setelah puncaknya. Kreasi sulam pita yang lebih sederhana tetap ada hingga tahun 1950-an, mengikuti tren mode dari seni tradisional ke bisnis lebih modern, sulam pita merupakan barang koleksi feminin yang indah, romantis, dan dihargai sepanjang waktu.

MACAM TUSUK SULAM PITA

Sulam pita bisa menambahkan keindahan suatu barang dan menaikkan nilai jual produk. Untuk desain sulam pita yang indah, sulam pita memiliki beberapa macam tusuk, macam tusuk sulam pita dikutip oleh JawaPos.com (10/9) dari channel youtube @nurulfitriyahamin sebagai berikut:

Tusuk satin (satin stitch) cocok untuk mengisi bentuk penuh dan menutupi area luas, memberikan tampilan halus dan berkilau karena pita yang digunakan rata dan mengkilap. Teknik ini dilakukan dengan menarik pita dari bawah kain, lalu memasukkan jarum ke titik akhir, dan mengulang jahitan berdekatan hingga area tertutup.

Tusuk batang (stem stitch) cocok untuk membuat garis halus atau batang bunga, serta pola melengkung atau linier. Teknik ini dilakukan dengan membuat tusukan pendek ke depan, lalu menarik jarum keluar di tengah pita sebelumnya untuk membentuk garis yang berkelanjutan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore