
Ilustrasi seseorang tumbuh sebagai anak bungsu. (Freepik)
JawaPos.com - Anak-anak cenderung kompetitif secara alami sejak usia dini, semua kecuali anak tertua terlambat dalam persaingan untuk mendapatkan perhatian orang tua mereka. Lantas bagaimana dengan anak bungsu dan anak lainnya?
Dengan demikian, anak-anak menggunakan berbagai perilaku yang mencerminkan tingkat perkembangan individu mereka, dan keterbatasan mereka dalam upaya mereka untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang lain. Tak terkecuali anak bungsu.
Alfred Adler seorang psikolog membagikan pengamatannya tentang peran urutan kelahiran pada ciri kepribadian dan perilaku interpersonal. Meskipun begitu tidak ada bukti ilmiah bahwa urutan kelahiran menentukan perkembangan secara pasti.
Dilansir dari laman choosingtherapy.com yang dikutip oleh JawaPos.com, Sabtu (7/9) terdapat 10 perilaku anak bungsu di kemudian hari:
1. Mencari perhatian
Orang tua hanya memiliki sedikit energi dan perhatian yang dapat mereka berikan kepada anak-anak mereka. Pada saat anak bungsu lahir, orang tua mungkin sudah kehabisan tenaga dan perhatian.
Oleh karena itu, anak bungsu mungkin harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan perhatian yang mereka idamkan dari orang tua dan kakak-kakak mereka.
2. Dianggap manipulatif
Anak-anak yang lebih muda mungkin dianggap manipulatif oleh saudara-saudaranya. Tetapi, sudut pandang yang lebih baik adalah bahwa anak-anak yang lebih muda harus mencari tahu sejak dini bagaimana cara menyamakan kedudukan dalam kelompok saudara-saudaranya.
Anak-anak yang lebih muda secara alami akan mengikuti perkembangan saudara-saudaranya, sehingga mereka mungkin menggunakan masa muda atau status mereka sebagai sarana untuk mencapai tujuan mereka.
3. Terlihat manja
Orang tua mungkin menyadari bahwa anak bungsu merupakan anak yang terakhir, dan status khusus ini dapat menyebabkan orang tua lebih mudah menuruti tuntutan anak daripada yang mereka lakukan terhadap anak yang lebih tua.
Kakak-kakak kandung juga dapat berperan dalam memanjakan adik bungsu mereka, karena perilaku ini membuat mereka sejajar dengan orang tua mereka, hal ini dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri untuk merasa lebih seperti orang dewasa.
4. Diperlakukan seperti bayi hingga dewasa
Anak bungsu dapat dipanggil Si Bayi, bahkan hingga dewasa. Naluri mengasuh alami anak-anak juga dapat mendorong keinginan mereka untuk memperlakukan adik bungsu mereka sebagai sebagai bayi.
5. Penantang Aturan
Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang tua membuat aturan untuk anak tertua dan melanggar aturan untuk anak bungsu.
Ketika anak tertua menentang aturan orang tua, orang tua memiliki energi untuk membela mereka.
Namun, pada saat anak bungsu mulai melakukan hal yang sama, tingkat energi orang tua mungkin terkuras, dan perhatian mereka teralihkan, sehingga mereka lebih bersedia untuk melanggarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
