
Ilustrasi orang yang sedang mengeluh./(Unsplash.com/SanderSammy)
JawaPos.com - Mengeluh merupakan cara umum untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidakbahagiaan secara verbal.
Setiap hari orang mengeluh tentang cuaca buruk, kemacetan lalu lintas yang parah, anak-anak yang tidak tahu berterima kasih, dan berbagai masalah lainnya. Pengeluh berbeda-beda tergantung pada keadaan dan kepribadian mereka.
Berdasarkan psychologywriting.com yang dikutip oleh JawaPos.com, Jumat (30/9) terdapat 3 tipe kepribadian orang yang suka mengeluh:
1. Pengeluh kronis
Pengeluh kronis tampaknya adalah mereka yang tidak pernah bahagia atau puas, karena mereka hanya fokus pada aspek-aspek negatif kehidupan dan selalu mencari-cari kesalahan orang lain.
Dalam kasus ini, mengeluh mungkin dipandang sebagai kebiasaan dan bukan reaksi yang memadai terhadap suatu peristiwa penting. Pengeluh kronis bahkan dapat menemukan masalah dalam situasi yang dianggap positif oleh orang lain.
Satu keluhan mengarah ke keluhan lain, dan setelah beberapa keluhan lagi, dunia tampaknya akan kiamat bagi seorang pengeluh kronis.
Contoh di tempat kerja, kekecewaannya terhadap rekan kerja menyebabkan gelombang keluhan baru, yang berlanjut hingga ia tidur di malam hari, mengeluh tentang betapa tidak nyamannya tempat tidurnya.
2. Pengeluh yang mencari perhatian
Tipe ini ditandai dengan keinginan orang-orang tersebut untuk berbagi pengalaman dan emosi negatif mereka dengan orang lain untuk menarik perhatian dan simpati. Masalah mereka sering kali kecil, tetapi pengeluh yang mencari perhatian membesar-besarkannya hingga tampak tidak dapat dipecahkan.
Mengeluh dianggap sebagai alat untuk mengekspresikan emosi dan kekhawatiran mereka, yang sering kali tidak terkait dengan pokok keluhan mereka.
Mari kita cermati situasi berikut untuk menggambarkan konsep pengeluh yang mencari perhatian. Suatu malam sepasang suami istri datang ke restoran yang indah untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Segala hal tentang restoran itu tampak sempurna, sang suami menikmati makanan dan suasananya, tetapi sang istri tampak tidak senang. Ia mengeluh tentang makanannya, lalu tentang pelayan yang tidak sopan, dan tentang orang-orang yang berbicara terlalu keras.
Setelah satu jam mengeluh, ia akhirnya mengakui bahwa ia tidak menyukai hadiah ulang tahun dari suaminya, yang menjadi alasan mengapa ia mulai mengeluh tentang segalanya.
Oleh karena itu, pengeluh yang mencari perhatian tidak mencari solusi untuk masalah mereka, tetapi memperoleh kepuasan dari berbagai emosi negatif mereka dan meminta perhatian dari orang lain.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
