Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 01.20 WIB

Anda Sering Menggenggam Tangan di Depan saat Bertatapan dengan Orang? Simak Makna dan Ciri Kepribadiannya

Ilustrasi menggenggam tangan. (Shutterstock) - Image

Ilustrasi menggenggam tangan. (Shutterstock)

JawaPos.com - Gestur atau bahasa tubuh seseorang dapat mengungkapkan lebih dari kata yang mereka katakan. Di balik bahasa tubuh mereka menyimpan berjuta makna dan ciri kepribadian mereka menggenggam tangan di depan mengungkapkan makna tersembunyi di baliknya.

Gestur tubuh menggenggam tangan atau mengepalkan tangan di depan ditunjukkan dalam dua cara utama. Yakni tangan dirapatkan di meja atau pangkuan, dan saat berdiri, tangan dirapatkan di perut bagian bawah. Lantas apa makna dan ciri kepribadian ini?

Dilansir dari laman psychmechanics.com oleh JawaPos.com, Rabu (28/8) berikut ini penjelasan makna menggenggam tangan di depan saat berbicara dengan orang lain:

1. Tangan dirapatkan di meja atau pangkuan

Ketika seseorang melakukan gerakan ini, mereka sedang melakukan semacam pengendalian diri. Mereka secara simbolis 'mengepalkan' diri mereka ke belakang dan menahan reaksi negatif, biasanya kecemasan atau frustrasi.

Semakin tinggi seseorang mengepalkan tangan sambil berdiri, semakin besar perasaan negatifnya. Orang seringkali melakukan tindakan ini ketika mereka tidak dapat meyakinkan orang lain.

Juga, ketika mereka cemas dengan apa yang mereka katakan atau dengar. Saat Anda berbicara dengan mereka, cobalah mengalihkan pembicaraan ke arah lain, atau ajukan pertanyaan. Dengan cara ini, Anda setidaknya bisa mematahkan sikap negatif orang tersebut jika memang ada.

2. Saat berdiri, tangan dirapatkan di perut bagian bawah

Mereka yang merasa rentan dalam suatu situasi namun diharapkan menunjukkan rasa percaya diri dan rasa hormat dapat memegang tangan mereka di selangkangan atau perut bagian bawah.

Dengan menutupi selangkangan atau perut bagian bawah, orang tersebut merasa aman dan percaya diri. Oleh karena itu, orang sering salah mengartikan sikap ini dengan rasa percaya diri. Rasa percaya diri mungkin merupakan hasil dari sikap ini, namun jelas bukan penyebabnya.

Misalnya, pemain sepak bola menunjukkan gerakan ini ketika mereka mendengarkan lagu kebangsaan untuk memberi penghormatan kepada lagu tersebut. Di dalam hati, mereka mungkin merasa rentan, mengingat ribuan mata tertuju pada mereka.

Isyarat ini juga umum dilakukan saat para pemimpin dan politisi bertemu dan berdiri untuk berpose untuk difoto. Anda mungkin juga melihat isyarat ini saat seorang pendeta menyampaikan khotbah atau pertemuan sosial lainnya, yang dipimpin oleh seorang tokoh berwibawa.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore