Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 21.06 WIB

Anda Sering Menyilangkan Tangan atau Mengepal Pergelangan Tangan ke Belakang? Simak Makna dan Kepribadian Ini

Ilustrasi menyilangkan tangan ke belakang saat berdiri (owlcation.com) - Image

Ilustrasi menyilangkan tangan ke belakang saat berdiri (owlcation.com)

JawaPos.com - Penelitian telah mengungkapkan bahwa tes kepribadian berdasarkan ciri-ciri tubuh kita dan cara kita duduk, berdiri, berjalan, berbicara, makan, atau bahkan menyilangkan tangan ke belakang atau ke depan membantu mengungkapkan kepribadian Anda.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa menyilangkan tangan ke belakang punggung saat berdiri memberikan makna tersembunyi mereka. Ini juga dapat merepresentasikan ciri kepribadian seseorang.

Dikutip dari laman psychmechanics.com oleh JawaPos.com, Rabu (28/8) berikut ini ciri kepribadian Anda menyilangkan tangan ke belakang saat berdiri:

1. Mengepal pergelangan tangan

Bayangkan seorang kepala sekolah yang memeriksa lingkungan sekolah, seorang polisi yang berpatroli, dan atasan memberikan instruksi kepada bawahannya.

Mereka sering menyilangkan tangan ke belakang dan mengatupkan tangan di belakang punggung. Tokoh yang berwibawa menunjukkan kewibawaannya melalui isyarat ini.

Gestur ini menyampaikan pesan, “Saya merasa percaya diri dan aman. Saya bertanggung jawab atas urusan di sini. Sayalah bosnya”.

Orang tersebut mengekspos seluruh bagian tubuhnya tanpa perlu melindungi tenggorokan, organ vital, dan selangkangan.

Dalam istilah evolusi, orang tersebut tidak takut akan serangan dari depan dan oleh karena itu, menunjukkan sikap tidak kenal takut dan superior.

2. Menyilangkan pergelangan tangan ke belakang

Ini sekali lagi merupakan sikap menahan diri, yang dilakukan ketika seseorang mencoba menahan reaksi negatif.

Dengan menggenggam pergelangan tangan atau lengan di belakang punggung, mereka mencapai tingkat pengendalian diri tertentu. Seolah-olah tangan yang menggenggam itu menghalangi tangan yang lain untuk menyerang.

Jadi kita dapat mengatakan bahwa orang yang perlu 'menguasai dirinya sendiri' melakukan gerakan ini.

Orang tersebut tidak ingin menunjukkan sikap negatif dan defensif terhadap orang lain. Itu sebabnya gerakan ini terjadi di belakang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore