
Ilustrasi membaca buku. (Freepik)
JawaPos.com – Ada perbedaan mencolok antara orang yang lebih menyukai buku daripada TV, serta mereka yang tidak. Perbedaan ini bermuara pada ciri-ciri unik tertentu.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (25/8), berikut tujuh sifat yang paling menonjol pada orang yang lebih menyukai buku daripada TV.
Ketika anda sedang menonton acara atau film, semuanya disajikan kepada anda secara visual. Karakter, adegan, emosi, semuanya ditampilkan di depan mata anda.
Namun, ketika anda membaca buku, ceritanya berbeda. Membaca mengharuskan Anda memvisualisasikan adegan dalam pikiran anda. Sehingga anda akan menciptakan karakter, ekspresi, dan lingkungan mereka.
Kebiasaan membaca dapat membentuk anda menjadi pemikir yang mendalam. Tidak seperti acara TV, aktivitas membaca buku sering kali mengharuskan Anda untuk berhenti sejenak dan merenung.
Baik itu alur cerita yang rumit atau pernyataan mendalam yang dibuat oleh seorang tokoh, buku sering kali memberi Anda bahan untuk berpikir.
Orang yang lebih menyukai buku daripada TV sering kali menunjukkan tingkat empati yang lebih tinggi. Ini bukan sekadar pengamatan biasa, tetapi sifat yang didukung oleh penelitian.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal science menemukan bahwa membaca fiksi sastra, dibandingkan dengan fiksi populer atau nonfiksi, dapat membuat orang lebih memahami emosi dan pandangan orang lain.
Membaca bukanlah kegiatan yang dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Membaca membutuhkan waktu, konsentrasi, dan ketenangan serta kedamaian tertentu.
Tidak seperti TV yang alur ceritanya berjalan dengan tempo tertentu, buku mengikuti tempo pembaca. Pembaca dapat berhenti sejenak untuk merenungkan alur cerita atau sekadar menikmati dunia yang diciptakan oleh penulis.
Membaca adalah kegiatan yang dilakukan sendiri, dan orang yang lebih suka buku daripada TV cenderung membangun hubungan yang kuat dengan diri mereka sendiri. Mereka sering merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.
Pecinta buku sering menunjukkan rasa ingin tahu yang tak terpuaskan tentang dunia di sekitar. Buku juga merupakan gerbang menuju berbagai budaya, periode sejarah, penemuan ilmiah, dan dunia fiksi yang tak terhitung jumlahnya.
Setiap kali mereka membuka buku, mereka memulai petualangan baru. Mereka diperkenalkan pada ide dan perspektif baru, yang secara alami memicu rasa ingin tahu mereka.
Mungkin sifat terpenting dari mereka yang lebih menyukai buku daripada TV adalah kemampuan mereka untuk menghargai hubungan yang bermakna.
Buku menggali hubungan antar karakter secara mendalam, mengeksplorasi nuansa interaksi manusia dengan cara yang tidak dapat ditandingi oleh banyak acara TV.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
