Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 17.17 WIB

Mata Anda Sering Kedutan? Simak Penyebab dan Cara Menghentikannya Menurut Medis

Penyebab dan cara mengobati kedutan mata (summithealth.com) - Image

Penyebab dan cara mengobati kedutan mata (summithealth.com)

JawaPos.com - Kedutan atau kontraksi kelopak mata adalah kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja.

Kedutan kelopak mata biasanya terjadi dalam periode tak terduga yang berlangsung antara beberapa detik hingga beberapa jam. Kedutan kronis bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Kedutan mata tidak menimbulkan rasa sakit, tidak berbahaya, dan dapat hilang tanpa intervensi medis.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kejang kelopak mata mungkin merupakan tanda peringatan awal dari gangguan gerakan kronis, terutama jika gerakan wajah lain atau gerakan tak terkendali menyertai kejang tersebut.

Menurut Healthline yang dikutip oleh JawaPos.com, Jumat (23/8) penyebab dari kedutan mata paling umum diantaranya kelelahan atau kurang tidur, stres atau kecemasan, latihan, konsumsi kafein.

Selain itu kedutan mata juga dipicu karena iritasi mata (ketegangan atau abrasi kornea), mata kering, sklerosis ganda, konsumsi alkohol dan obat-obatan (topiramate, clozapine, flunarizine), pembengkakan lapisan tengah mata Anda (uveitis), radang kelopak mata Anda (blepharitis), penyakit mata merah (konjungtivitis) dan migrain.

Kebanyakan kejang kelopak mata hilang tanpa pengobatan dalam beberapa hari. Jika masalah tersebut tidak kunjung hilang, Anda dapat mencoba menghilangkan atau mengurangi kemungkinan penyebabnya dengan minum lebih sedikit kafein, tidur yang cukup serta meneteskan obat mata yang dijual di apotik atau mengoleskan kompres hangat ke mata Anda saat kejang dimulai.

Jika kedutan mata Anda terus-menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, konsultasikan dengan ahli kesehatan. Mereka mungkin meresepkan antibiotik atau merekomendasikan perawatan lain.

Suntik botox digunakan untuk membantu mengobati blepharospasm esensial jinak. Ini mungkin meredakan kejang parah selama beberapa bulan. Namun, ketika efek suntikannya hilang, Anda mungkin memerlukan suntikan lebih lanjut.

Untuk kasus blefarospasme esensial jinak yang lebih parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat beberapa otot dan saraf di kelopak mata (miektomi).

Sebagai informasi kedutan kelopak mata dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan frekuensi, tingkat keparahan, dan penyebab yang mendasarinya.

Pertama, miokimia mengacu pada kejang kelopak mata sporadis yang biasanya mempengaruhi kelopak mata bawah. Hal ini cukup umum terjadi dan jarang merupakan tanda masalah serius.

Mereka biasanya terasa seperti tarikan yang lembut dan ringan. Namun Anda juga bisa sesekali mengalami kejang yang memaksa kelopak mata atas dan bawah menutup. Kontraksi ini mungkin terjadi karena beberapa faktor lingkungan dan umumnya hilang dengan istirahat.

Oleh karena itu, jika kedutan ini terus berlanjut dan mengganggu hidup Anda, konsultasikan dengan ahli kesehatan. Itu mungkin merupakan tanda dari kondisi yang mendasarinya.

Kedua, blefarospasme esensial jinak yakni Kejang kelopak mata yang kronis dan berkelanjutan mungkin mengindikasikan blepharospasm esensial jinak, sejenis gangguan pergerakan (distonia) yang mempengaruhi kedua mata. Wanita lebih mungkin terkena dibandingkan pria.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore