Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Agustus 2024 | 19.51 WIB

Selfie: Seni, Narsisme, dan Dampak di Era Media Sosial?

Foto selfie dan dampak di era Media Sosial. (Pexels) - Image

Foto selfie dan dampak di era Media Sosial. (Pexels)

JawaPos.Com - Di era digitalisasi saat ini, banyak individu mengabadikan kegiatan atau momen spesial dengan mengambil foto selfie, kemudian membagikannya di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.
 
Awalnya selfie analog dipopulerkan oleh seniman seperti Vincent van Gogh, evolusi teknologi telah membawa selfie ke era digital pada tahun 2002.
 
Sementara saat ini, selfie merupakan bagian penting dari kehidupan online modern. Meskipun demikian, beberapa orang mungkin menganggap selfie sebagai tindakan narsis dan berpotensi menimbulkan dampak negatif jika terlalu sering diposting di media sosial.
 
Oleh karena itu, penting untuk mengambil foto selfie dengan bijak. Menurut laman PsychCentral pada Kamis, (22/8), terdapat perbedaan signifikan antara sekedar berfoto selfie dan memiliki obsesi terhadap selfie serta dampak yang berpengaruh besar jika sering mengunggah aktivitas foto selfie.
 
Dengan memahami perbedaan ini, maka kita dapat membantu menjaga keseimbangan dalam interaksi di media sosial.
 
Apa perbedaan antara sekedar selfie dan obsesi selfie?
 
 
1. Selfie Sehat Jarang Diambil
 
Meskipun tidak ada aturan tegas mengenai seberapa banyak yang boleh dikonsumsi, selfie pasti akan menjadi masalah jika diposting terlalu sering. Memposting foto selfie di Facebook setiap beberapa bulan sekali sangat berbeda dengan memposting foto selfie baru setiap beberapa jam atau bahkan setiap beberapa hari.
 
2. Selfie Sehat Seringkali Mengikutsertakan Orang Lain, Hewan, atau Tempat Terkenal
 
Selfie yang tidak melulu tentang membesar-besarkan diri akan mencakup orang lain, hewan peliharaan, atau bidang yang diminati dan mungkin orang yang mengambil selfie bukanlah fokus dari foto tersebut.
 
3. Selfie Sehat Seringkali Punya Tujuan
 
Bagi pemilik bisnis yang sedang mencoba untuk mengajarkan atau berbagi sesuatu yang bermanfaat atau positif, mengambil foto selfie (khususnya video selfie) dapat menjadi bagian dari bisnis tersebut. Namun, ada garis tipisnya.
 
Beberapa bisnis terdiri dari orang-orang yang memposting foto-foto cantik ke Instagram dan menghasilkan uang dari banyak pengikut mereka. Mengingat ada beberapa selebritas Instagram yang dianggap palsu, mungkin ada baiknya Anda mendapatkan informasi latar belakang pribadi orang-orang yang Anda ikuti di media sosial.
 
 
Banyak Kerugian dari Memposting Terlalu Banyak Foto Selfie
 
Paradoksnya selfie adalah seringnya diposting di media sosial untuk membuat seseorang terlihat menarik. Faktanya, sering kali tindakan tersebut menimbulkan efek sebaliknya dari yang diharapkan.
 
Berikut beberapa kerugian jika memposting terlalu banyak foto selfie:
 
1. Selfie Bisa Menjadi Kecanduan
 
Selfie bisa membuat ketagihan jika orang yang terus-menerus mengambil foto selfie menganggap bahwa memiliki suka adalah ukuran harga diri.
 
Setiap kali ada suka baru yang diposkan, itu bisa seperti serangan kokain bagi seseorang yang sangat membutuhkan perhatian positif.
 
Ironisnya, selfie justru membuat orang menjadi kurang disukai dan kurang diterima, terutama bagi keluarga dan teman dekat yang mungkin mengenal orang yang berbeda dengan orang yang difoto selfie tersebut.
 
2. Itu Dapat Menyakiti Hubungan
 
Pecandu selfie perlu tahu Penelitian menunjukkan bahwa memposting terlalu banyak foto selfie membuat orang kurang menyukai poster selfie tersebut.
 
 
3. Dapat Merugikan Prospek Kerja
 
Terlalu banyak selfie dapat menimbulkan tanda tanya di benak calon pemberi kerja tentang mempekerjakan seseorang dan bahkan dapat menyebabkan orang yang tidak suka selfie akan kehilangan pekerjaannya saat ini.
 
4. Terlalu Banyak Selfie Dapat Menimbulkan Kesan Narsisme
 
Stereotipnya adalah bahwa orang yang memposting foto selfie adalah orang yang egois atau narsisis. Namun seringkali, seseorang yang memposting terlalu banyak foto selfie memiliki harga diri yang rendah.
 
Menurut sebuah penelitian, pria yang sering memposting foto selfie mungkin menderita narsisme, namun hal ini tidak berlaku pada wanita. Apa pun yang terjadi, ironisnya adalah Seseorang yang memposting foto selfie karena sangat ingin disukai justru merugikan peluangnya.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore