
Ilustrasi perempuan yang berusaha mengesampingkan harga dirinya untuk memulihkan hubungan pertemanan (freepik)
JawaPos.com – Ada kalanya Anda harus meniadakan harga diri, terleih di saat hubungan sedang dipertaruhkan.
Psikologi telah mengidentifikasi tanda-tanda yang menunjukkan sudah waktunya bag Anda untuk melepaskan harga diri.
Selain harga diri, Anda juga akan mengambil langkah berikutnya sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Rabu (21/8) sebagai berikut.
Banyak dari kita dibesarkan dengan keyakinan bahwa kegagalan adalah sesuatu yang harus dihindari dengan cara apapun. Namun ternyata, kegagalan sebenarnya bisa menjadi guru terbaik Anda.
Psikologi memberi tahu kita bahwa kesombongan sering kali menghalangi kemampuan kita untuk belajar dari kesalahan kita. Kita menjadi begitu terpaku pada kenyataan bahwa kita benar atau sukses sehingga mengabaikan pelajaran berharga yang didapatkan dari kegagalan.
Kesombongan kita bahkan dapat menghalangi kita mencoba hal-hal baru karena takut tidak langsung sempurna atau berhasil. Intinya menghindari kegagalan dapat membatasi pertumbuhan dan potensi kita dalam berbagai cara yang signifikan.
Waktu lain dimana kita harus mengesampingkan harga diri adalah saat hubungan dipertaruhkan. Psikologi mengungkapkan bahwa kesombongan sering kali dapat mengaburkan penilaian kita dan menghalangi kita melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
Hal ini dapat membuat kita bersikap defensif, keras kepala dan sulit diajak bergaul. Oleh sebab itu, perlu mengesampingkan harga diri untuk bisa meminta maaf, mengakui kesalahan dan bisa memulihkan hubungan Anda.
Meskipun kesombongan dapat menjadi sumber motivasi dan harga diri namun juga bisa menghambat perkembangan kita. Pasalnya terlalu membawa harga diri dapat menghalangi kita mengakui kelemahan kita dan berusaha memperbaikinya.
Tidak hanya itu, kesombongan dapat membuat kita enggan terhadap perubahan dan ide-ide baru. Intinya mengesampingkan harga diri tidak berarti mengurangi nilai diri Anda namun memberi diri Anda ruang untuk bertumbuh.
Kritik memang dapat menjadi pil pahit yang harus ditelaah terutama ketika kita bangga dengan pekerjaan atau usaha kita. Tetapi psikologi menunjukkan bahwa cara kita menangani kritik dapat menjadi penentu penting keberhasilan kita.
Ketika kesombongan menghalangi kita, kita cenderung mengabaikan kritikan secara langsung, melihatnya sebagai serangan bukan kesempatan untuk berkembang.
Reaksi ini dapat menghalangi kita mengambil manfaat dari wawasan orang lain dan meningkatkan diri sendiri atau pekerjaan kita. Menurut psikologi kognitif, kita perlu mengembangkan keterampilan yang disebut pembingkaian ulang kognitif.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
