Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 16.01 WIB

Dikenal Sangat Ramai dan Pintar Bersosialisasi, Apakah Orang Ekstrovert Tidak Bisa Menyendiri? Simak Penjelasannya

Ilustrasi orang ekstrovert menyendiri.(Unsplash.com/ElijahHiett) - Image

Ilustrasi orang ekstrovert menyendiri.(Unsplash.com/ElijahHiett)

JawaPos.com - Konsep kepribadian introvert dan ekstrovert memiliki perbedaan yang cukup signifikan, maka jika disatukan mereka akan saling melengkapi.

Diketahui, kepribadian introvert cenderung lebih suka menyendiri dan fokus mendalami suatu hal.

Sementara ekstrovert memiliki keahlian untuk fokus pada banyak hal dan menykai berinteraksi dengan banyak orang.

Perbedaan antara keduanya terlihat dari segi cara mengisi energi sosial, dimana introvert lebih suka menghabiskan waktu sendiri untuk me-recharge baterasi sosialnya, sementara ekstrovert lebih senang berkumpul dengan banyak orang.

Sehubungan kepribadian ekstrovert ini dikenal sangat ramai dan pintar bersosialisasi, apakah mereka tidak bisa menyendiri? Melansir dari laman Cedarway Therapy bahwa ekstrovert juga bisa menghabiskan waktu sendiri.

Kemungkinan sebagian dari orang ekstrovert ini senang menyendiri meskipun itu adalah hal yang menantang bagi mereka.

Terdapat alasan lain ketika orang ekstrovert ini menyendiri yaitu merasa tidak memenuhi harapan sosial atau kehilangan kesempatan sosial, sehingga dapat menimbulkan perasaan terisolasi dan kesepian.

Jika orang ekstrovert sedang dalam masa sulit dan tertekan di lingkungan sosialnya, maka mereka juga mencari pelarian dengan menyendiri.

Bagi introvert, menyendiri adalah suatu hal yang menyenangkan. Tapi jika ini terjadi oleh orang ekstrovert, maka bisa jadi suatu tanda depresi. Oleh karenanya penting untuk mereka segera mencari bantuan profesional.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa orang ekstrovert lebih rentan terkena depresi dibanding para introvert, karena mereka cenderung mengalami fluktuasi suasana hati yang lebih signifikan.

Misalnya ketika ekstrovert ini sedang berada di lingkungan sosial, mungkin akan merasa berada di puncak energinya. Tapi saat sendirian, mereka akan merasa bosan, lelah, kesepian, dan sedih sehingga emosinya mudah naik turun kemudian timbul depresi.

Melansir dari Headspace, selain menjadi tanda depresi, sebetulnya sangat penting bagi orang ekstrovert untuk menyendiri, melepaskan diri, dan mencari tahu hal yang benar-benar dibutuhkan.

Jadi tak ada salahnya baik mereka yang introvert atau ekstrovert untuk menyendiri, karena semuanya tergantung dari perasaan yang sedang dialami.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore