Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Juli 2024 | 02.03 WIB

Misteri Perempuan Pemilik Bahu Laweyan yang Dipercaya Membawa Sial hingga Kematian, Kamu Percaya?

Ciri-Ciri Perempuan Bahu Laweyan, Mitos Jawa Mengenai Perempuan Pembawa Petaka untuk Pria Sumber gambar: freepik/ freepik.com - Image

Ciri-Ciri Perempuan Bahu Laweyan, Mitos Jawa Mengenai Perempuan Pembawa Petaka untuk Pria Sumber gambar: freepik/ freepik.com

JawaPos.Com - Indonesia dikaruniai banyak suku dan budaya. Salah satunya suku Jawa yang memiliki kekayaan dengan beragam tradisi dan adat istiadat secara turun temurun.

Beberapa orang mungkin tidak asing dengan budaya yang begitu beragam dan kompleks. Salah satunya tradisi bahu laweyan, namun pernahkah kamu tau tentang apa itu tradisi bahu laweyan?

Masyarakat Jawa yang masih menganut Jawa kuno, hingga saat ini mempercayai mitos serta tradisi didalamnya.

Pasalnya, dengan menjalankan hal tersebut diharapkan dapat terhindar dari kesialan seperti penyakit, kematian maupun bencana alam.

Dilansir dari Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, tradisi bahu laweyan adalah mitos perempuan pemilik bahu laweyan yang mempunyai ciri tanda atau tompel pada bahunya, jika ia menikah pasangannya akan meninggal.

Masyarakat percaya pemilik bahu laweyan jika menikah akan mendapat kesialan, walaupun itu hanya mitos yang belum tentu kebenarannya.

Orang Jawa kuno percaya jika ada anak lahir dengan tompel di sebelah kiri yang menjadi pertanda buruk.

Laweyan sendiri berasal dari kata selawe yang diserap dalam bahasa Jawa berarti 25. Tanda atau tompel perempuan yang dilahirkan dengan bahu laweyan memiliki bentuk yang berbeda-beda menurut budaya setempat.

Ada yang tompel dengan ukuran besar, pendapat lain letaknya berada di tepat atas kelamin atau kedua pantat.

Dikutip dari laman Jurnal Hukum Islam, bahwa perempuan dengan bahu laweyan sangat disukai oleh mahluk halus. Sehingga akan berakibat buruk jika perempuan tersebut menikah.

Tanda lahir tersebut diyakini diisi oleh mahluk tak kasat mata berjenis hewan melata lalu mengelilingi tanganya.

Keberadaan makhluk itu yang membuat seorang perempuan dengan bahu laweyan akan membawa petaka, kepada pasanganya berupa kematian.

Perempuan yang memiliki bahu laweyan ternyata dalam penelitian yang dilakukan, hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti ilmiah seorang dengan tanda lahir tertentu atau dengan ciri-ciri fisik membawa hal sial.

Namun meskipun dianggap mitos diliput dari Youtube Kisah Sejarah Nusantara, terdapat naskah kuno yang berada di Museum Radya Pustaka di Surakarta, Solo yang menjelaskan mengenai bahu laweyan.

Legenda tersebut tak terlepas dari kisah raja Keraton Hadiningrat Pangkubuwono II, tahun 1800-an.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore