JawaPos.com - Menghabiskan masa kecil di bawah kendali orang tua yang terlalu mengontrol bisa berdampak besar pada perkembangan seseorang.
Pola asuh semacam ini dapat membentuk perilaku dan kebiasaan yang terus berlanjut hingga dewasa.
Dilansir dari Ideapod pada Selasa (23/7), terdapat sembilan hal yang mungkin Anda lakukan tanpa menyadarinya jika Anda tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol.
1. Kesulitan Membuat Keputusan
Orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang sangat terkendali sering kali mengalami kesulitan dalam membuat keputusan.
Karena mereka terbiasa selalu diarahkan, mereka mungkin merasa tidak percaya diri dalam mengambil keputusan sendiri.
Ini bisa terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keputusan kecil sehari-hari hingga keputusan besar yang mempengaruhi hidup mereka.
Anak-anak dari orang tua yang mengendalikan sering kali belajar bahwa ketidaksetujuan atau perbedaan pendapat tidak diterima.
Akibatnya, mereka mungkin tumbuh menjadi orang dewasa yang cenderung menghindari konflik.
Mereka bisa merasa cemas atau tidak nyaman dalam situasi yang berpotensi menimbulkan perdebatan atau ketegangan.
3. Perfeksionisme
Orang tua yang mengendalikan sering kali memiliki harapan yang tinggi dan menuntut kesempurnaan dari anak-anak mereka.
Hal ini bisa membuat anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang perfeksionis.
Mereka mungkin memiliki standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri dan merasa sangat terganggu jika tidak dapat mencapainya.
Ketika segala sesuatu dalam hidup diatur oleh orang tua, anak-anak dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat bergantung pada validasi eksternal.
Mereka mungkin merasa perlu mendapatkan persetujuan dari orang lain untuk merasa berharga atau yakin dengan keputusan mereka.
Ini bisa mempengaruhi hubungan pribadi dan profesional mereka.
5. Rasa Takut akan Kegagalan
Orang yang tumbuh di bawah kendali ketat mungkin mengembangkan rasa takut yang mendalam terhadap kegagalan.
Mereka mungkin merasa bahwa kegagalan tidak dapat diterima dan harus dihindari dengan segala cara.
Rasa takut ini bisa membatasi mereka dalam mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko yang diperlukan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Kurangnya kebebasan untuk membuat pilihan sendiri dan selalu diarahkan oleh orang tua dapat menghambat perkembangan rasa percaya diri.
Anak-anak yang tumbuh dalam kondisi ini mungkin merasa bahwa mereka tidak mampu membuat keputusan yang baik atau bahwa mereka tidak cukup baik tanpa bimbingan yang terus-menerus.
7. Sulit Mengatakan "Tidak"
Orang yang tumbuh dengan orang tua yang mengendalikan sering kali merasa sulit untuk mengatakan "tidak".
Mereka mungkin merasa bersalah atau takut mengecewakan orang lain jika mereka menolak permintaan.
Akibatnya, mereka bisa merasa kewalahan karena selalu berusaha memenuhi harapan orang lain.
8. Kecenderungan untuk Mengontrol
Ironisnya, anak-anak dari orang tua yang mengendalikan bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang juga memiliki kecenderungan untuk mengontrol.
Mereka mungkin merasa lebih nyaman saat segala sesuatu berada di bawah kendali mereka, dan bisa merasa cemas atau tidak nyaman ketika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana mereka.
9. Masalah dalam Menetapkan Batas
Mereka yang dibesarkan dengan sedikit atau tanpa otonomi sering kali kesulitan dalam menetapkan batas dalam hubungan mereka.
Mereka mungkin tidak tahu bagaimana mengkomunikasikan kebutuhan mereka atau merasa tidak berhak untuk melakukannya.
Ini bisa menyebabkan hubungan yang tidak seimbang dan perasaan tidak dihargai.
***