Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 23.57 WIB

Awal Mula Simbolisasi Masyarakat Jawa dalam Ritual Tradisi Malam Satu Suro yang Turun Temurun dari Para Leluhur

Ilustrasi tradisi malam 1 Suro./ Dedy_timbul/ pixaby.com

JawaPos.com - Malam satu Suro merupakan waktu penanggalan kalender Jawa ketika memasuki bulan Muharram di tahun Hijriah. Tahun ini satu Suro bertepan dengan 7 Juli. 

Dilansir dari laman Artikel Universitas Islam An-Nur Lampung, awal mula perayaan malam Suro bertujuan untuk memperkenalkan kalender Islam di kalangan masyarakat Jawa pada Kerajaan Demak oleh Sunan Giri II.

Penetapan satu Suro sebagai awal tahun kalender Jawa dilakukan sejak jaman Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang ingin memperluas ajaran Islam di tanah Jawa.

Saat malam satu Suro, masyarakat Jawa melakukan ritual tradisi yang turun temurun dari para leluhur, mulai dari semedi, sesirih, sesuci, dan serasehan.

Ritual tradisi yang dibangun tetap dijaga dan dipelihara hingga saat ini, agar kerukunan umat beragama dapat terwujud melalui kearifan lokal dan nilai toleransi dapat ditanamkan pada generasi penerus.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, Yayuk dalam tulisannya “Tradisi Suro Wujud Implementasi Kerukunan” menyebutkan bahwa ada 3 golongan tindakan simbolis masyarakat Jawa dalam ritual tradisi malam satu Suro, diantaranya :

Pertama, tindakan simbolis religius yang berbentuk karena pengaruh zaman mitos, atau disebut kebudayaan asli Jawa.

Kedua, tindakan simbolis religius yang terpengaruh dari zaman kebudayaan Hindu-Jawa, mengingat bahwa ajaran Hindu adalah keyakinan yang pertama kali dikenal oleh masyarakat Jawa.

Ketiga, tindakan simbolis religius yang terpengaruh dari zaman kebudayaan Hindu-Jawa dan Jawa-Islam. 

Hal ini terjadi karena ajaran Islam hadir di tanah Jawa setelah sedikit demi sedikit hilangnya ajaran Hindu.

Dari ketiga golongan simbolis tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena masing-masing dilaksanakan secara beruntun, mendarah daging, serta telah menjadi adat istiadat dan budaya Jawa.

Sehingga meskipun penyambutan malam satu Suro ini berkaitan dengan ajaran Islam, masyarakat Jawa tetap melekatkan adat istiadat lain yang sudah diwariskan oleh para leluhur.

Malam satu Suro seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis yang dipercaya oleh masyarakat Jawa karena bulan Suro sendiri dikenal sebagai bulan kesedihan. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore