Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juni 2024 | 14.30 WIB

Jangan Sepelekan! Ini 5 Dampak Kesehatan Jangka Panjang dari Kerja Shift, Salah Satunya Gangguan Kesehatan Jiwa

Ilustrasi pria yang bekerja shift malam (freepik) - Image

Ilustrasi pria yang bekerja shift malam (freepik)

JawaPos.com – Bekerja dengan jadwal sistem shift mulai dari shift malam,shift terpisah atau shift bergilir ternyata bisa memengaruhi kesehatan Anda dalam jangka panjang.

Memang untuk kurun waktu dekat terlihat tidak menimbulkan risiko kesehatan yang mengkhawatirkan.

Pasalnya kerja shift sendiri bisa memengaruhi cara dan waktu Anda makan, tidur, berolahraga hingga menjaga hubungan dengan diri sendiri. Ironisnya, banyak orang yang belum memahami efek kerja shift ini bahkan kerap menyepelakan.

Adapun tantangan kesehatan terbesar yang dihadapi para pekerja dengan kerja shift adalah terganggunya ritme sirkadian.

Dikutip dari laman National Institute of General Medical Sciences bahwa ritme sirkadian adalah perubahan fisik, mental hingga perilaku tubuh yang dialami organisme selama siklus 24 jam.

Ritme sirkadian disebabkan banyak faktor mulai dari terang dan gelap, asupan makanan, stres, aktivitas fisik, lingkungan sosial hingga suhu.

Terutama untuk kerja shift malam seringkali mengganggu sistem tubuh yang diatur oleh ritme sirkadian salah satunya siklus tidur/bangun.

Pada dasarnya semakin lama Anda bekerja dengan jadwal kerja shift maka semakin tinggi risiko Anda terkena masalah kesehatan kronis.

Dilansir dari laman UCLA Health, Senin (24/6), berikut beberapa dampak kesehatan jangka panjang dari kerja shift diantaranya :

1. Kanker

Ritme sirkadian yang tidak seimbang memengaruhi fungsi tubuh Anda. Hal ini dapat mengganggu perbaikan DNA, siklus sel dan kematian sel.

Program Toksikologi Nasional mengungkapkan bahwa gangguan berkelanjutan pada ritme sirkadian bisa menyebabkan kanker.

Sekalipun Anda cukup tidur, pembalikan terang dan gelap yang dialami para pekerja dengan kerja shift dapat memengaruhi produksi dan pelepasan melatonin.

Melatonin merupakan hormon yang membantu Anda tertidur lebih cepat dan tidur lebih banyak.

Ketika sel tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak diperbaiki saat tidur nyenyak maka bisa menyebabkan kerusakan DNA, tumbuhnya sel tumor hingga kanker juga lebih mudah berkembang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore