Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 18.29 WIB

3 Jenis Mimpi Menurut Pandangan Islam, Bisa Jadi Hanya Bunga Tidur hingga Berupa Petunjuk dari Allah SWT

Ilustrasi mimpi./ Freepik - Image

Ilustrasi mimpi./ Freepik

JawaPos.com - Dalam perspektif Islam, mimpi sebagai sebuah proses alami dan merupakan bagian dari proses emosional yang aktif selama manusia tertidur. Bahkan berkaitan dengan sejarah kisah Nabi Yusuf AS.

Dilansir dari laman Artikel Universitas Islam Indonesia, kemampuan memahami mimpi merupakan keistimewaan yang Allah berikan Nabi Yusuf. Kisah yang paling terkenal adalah ketika Nabi Yusuf bisa menafsirkan mimpi seorang raja.

Sehingga hasil dari penafsiran tersebut berpengaruh pada kehidupan sebuah negara, di mana saat itu akan terjadi kekeringan dan seluruh warga negara harus menyediakan sumber daya agar tak mengalami krisis ekonomi.

Dikutip dari laman Rumah Zakat, ada 3 jenis mimpi menurut pandangan Islam yang bisa merupakan dalil akal atau bukti adanya alam ghaib, diantaranya adalah :

1. Mimpi yang berasal dari pikiran sebelumnya atau bunga tidur, mimpi jenis ini biasanya dari pikiran alam bawah sadar yang terbawa sampai mimpi, seperti saat sudah menonton film, menyukai seseorang, atau lainnya.

2. Mimpi yang berasal dari syaitan, sering disebut dengan mimpi buruk dan membuat si pemimpi tidak nyaman, serta gelisah. Contohnya ditandai dengan adanya hewan-hewan seperti ular, kalajengking, anjing, dll.

Jika mengalami mimpi tersebut, dianjurkan untuk meludah ke kiri tiga kali, berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan, dan mengubah pola tidurnya dari posisi semula.

3. Mimpi yang berasal dari Allah SWT, mimpi jenis ini membuat seseorang bahagia seperti masuk surga, pergi ke Mekah, dan lain-lain. Bisa juga sebagai petunjuk dari Allah SWT atas doa yang dipanjatkan.

Dikutip dari laman Artikel NU Online, dapat disimpulkan bahwa mimpi memiliki jenis yang berbeda dan memiliki pengetahuan untuk menafsirkan mimpi adalah suatu bentuk keistimewaan sebab mempelajarinya termasuk ilmu syariat.

Namun sebelum melangkah untuk mempelajari ilmu tafsir, maka dahulukan untuk belajar ilmu syariat lainnya seperti tentang tauhid, fiqih, dan sabagainya.

Hal tersebut dimaksudkan agar seseorang memiliki fondasi ilmu agama yang mencukupi dan tidak mudah tertipu oleh mitos atau dunia ghaib yang ternyata dari bisikan syaitan atau khayalan pribadi.

Ketika terjadinya mimpi, alangkah baiknya untuk menelaah terlebih dahulu terhadap perasaan atau pikiran yang sedang dialami oleh diri sendiri, apalagi era saat ini sudah canggih bisa mencari arti mimpi dalam perspektif islam dari berbagai sumber.

Sehingga tak akan terjadi kekeliruan yang menjadikan panik, atau mendekati kedalam jurang kemusyrikan karena salah persepsi mengenai arti mimpi.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore