Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juni 2024 | 16.12 WIB

Mendampingi Anak yang Mengalami Bullying, Gunakan Aturan ”Lima Jari Tangan” untuk Tangkis Perundungan

KUATKAN MENTAL: Diperagakan model. Ortu wajib peka bila anak menunjukkan perubahan perilaku. Telusuri penyebab, dampingi dengan penuh empati, dan latih si kecil untuk speak up. - Image

KUATKAN MENTAL: Diperagakan model. Ortu wajib peka bila anak menunjukkan perubahan perilaku. Telusuri penyebab, dampingi dengan penuh empati, dan latih si kecil untuk speak up.

Kasus bullying masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Penganiayaan seorang santri oleh kakak kelasnya hingga siswa dibakar temannya. Miris, mengerikan. Orang tua (ortu) wajib peka terhadap situasi anak sebelum keadaan memburuk. Dampingi anak dan kuatkan mentalnya.

BANYAK di antara korban perundungan yang merasa kesulitan menceritakan peristiwa menyakitkan yang dialaminya. Ortu mesti cermat melihat perubahan perilaku anak. Biasanya, korban bullying berubah jadi lebih murung, agresif, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

”Misalnya, anak yang sebelumnya semangat tiap berangkat ke sekolah, ini jadi nggak mau. Alasannya macam-macam. Apalagi kalau anak murung dan takut. Telusuri apakah dia mengalami perundungan di sekolah,” ujar founder komunitas Ibu Peduli Bullying Septi Ambarwati SSi MPd SI.

Anak butuh didengar dan dimengerti. Ortu bisa menciptakan ruang aman untuk anak dapat berbicara tentang peristiwa yang menimpanya tanpa takut dihakimi. Mendengarkan dengan penuh empati dapat membantu anak lebih nyaman membicarakan perasaannya. ”Setelah anak bercerita, cermati apa yang dia sampaikan, apakah serius atau masih dalam tahap bisa anak selesaikan sendiri,” tutur dia.

Jika dirasa anak masih bisa meng-handle, lanjut dia, ortu bisa berfokus pada penguatan mental anak. Ajarkan pula strategi menghadapi situasi tersebut apabila kembali terulang. ”Saya membekali anak dengan aturan lima jari tangan. Abaikan pergi, abaikan pergi, katakan ’aku nggak suka ini’, ceritakan, dan terakhir laporkan,” beber Septi.

Pegiat parenting tersebut memberikan contoh. Misalnya, bullying verbal dipanggil gendut. ”Sudah dua kali abaikan dan pergi, masih berulang. Katakan, ”jangan panggil aku gendut, namaku Septi,’ misalnya begitu,” urainya.

Apabila perundungan sudah mengarah ke fisik, Septi menyarankan anak untuk membalas. Namun, dalam porsi yang sama. Penting bagi ortu mengajari anak mempertahankan diri pada situasi yang mengancamnya.

”Anak juga harus dilatih berani speak up. Jika terjadi di sekolah, minta anak melapor ke wali kelas. Ada kasus unik justru gurunya abai atau support pelaku, sampaikan ke anak situasinya mungkin berbeda, tapi poinnya lakukan apa yang bisa dia lakukan,” terang Septi.

Jika perundungan sudah berdampak berat pada anak hingga menolak sekolah, bahkan depresi, ortu harus segera bertindak. Sebelum melapor ke sekolah, kumpulkan bukti, termasuk cerita saksi, untuk menguatkan kronologi pastinya.

”Jika langkah solusi di sekolah lama tidak berjalan baik, pindah sekolah menjadi opsi terakhir. Namun, di sekolah baru tidak menjamin anak terhindar dari bullying. Ikhtiar dulu dengan menguatkan anak, memahamkan anak tentang perundungan,” ungkap Septi.

Korban bullying sangat membutuhkan support dari orang terdekat. Ortu yang abai atau tidak mendukung justru menambah luka. Dampingi anak dengan memberikan perhatian lebih dari biasanya. Bantu anak meregulasi emosinya dan menumbuhkan kepercayaan dirinya lagi.

”Jika sudah sampai trauma mendalam, mengganggu aktivitas sehari-hari, ada gangguan perilaku dan emosi, ada baiknya minta bantuan ahli, dampingi anak ke psikolog atau psikiater untuk mendapat treatment,” pesannya. (lai/c6/nor)

---

”LIMA ATURAN JARI TANGAN” TANGKIS BULLYING

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore