
KUATKAN MENTAL: Diperagakan model. Ortu wajib peka bila anak menunjukkan perubahan perilaku. Telusuri penyebab, dampingi dengan penuh empati, dan latih si kecil untuk speak up.
Kasus bullying masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Penganiayaan seorang santri oleh kakak kelasnya hingga siswa dibakar temannya. Miris, mengerikan. Orang tua (ortu) wajib peka terhadap situasi anak sebelum keadaan memburuk. Dampingi anak dan kuatkan mentalnya.
BANYAK di antara korban perundungan yang merasa kesulitan menceritakan peristiwa menyakitkan yang dialaminya. Ortu mesti cermat melihat perubahan perilaku anak. Biasanya, korban bullying berubah jadi lebih murung, agresif, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
”Misalnya, anak yang sebelumnya semangat tiap berangkat ke sekolah, ini jadi nggak mau. Alasannya macam-macam. Apalagi kalau anak murung dan takut. Telusuri apakah dia mengalami perundungan di sekolah,” ujar founder komunitas Ibu Peduli Bullying Septi Ambarwati SSi MPd SI.
Anak butuh didengar dan dimengerti. Ortu bisa menciptakan ruang aman untuk anak dapat berbicara tentang peristiwa yang menimpanya tanpa takut dihakimi. Mendengarkan dengan penuh empati dapat membantu anak lebih nyaman membicarakan perasaannya. ”Setelah anak bercerita, cermati apa yang dia sampaikan, apakah serius atau masih dalam tahap bisa anak selesaikan sendiri,” tutur dia.
Jika dirasa anak masih bisa meng-handle, lanjut dia, ortu bisa berfokus pada penguatan mental anak. Ajarkan pula strategi menghadapi situasi tersebut apabila kembali terulang. ”Saya membekali anak dengan aturan lima jari tangan. Abaikan pergi, abaikan pergi, katakan ’aku nggak suka ini’, ceritakan, dan terakhir laporkan,” beber Septi.
Pegiat parenting tersebut memberikan contoh. Misalnya, bullying verbal dipanggil gendut. ”Sudah dua kali abaikan dan pergi, masih berulang. Katakan, ”jangan panggil aku gendut, namaku Septi,’ misalnya begitu,” urainya.
Apabila perundungan sudah mengarah ke fisik, Septi menyarankan anak untuk membalas. Namun, dalam porsi yang sama. Penting bagi ortu mengajari anak mempertahankan diri pada situasi yang mengancamnya.
”Anak juga harus dilatih berani speak up. Jika terjadi di sekolah, minta anak melapor ke wali kelas. Ada kasus unik justru gurunya abai atau support pelaku, sampaikan ke anak situasinya mungkin berbeda, tapi poinnya lakukan apa yang bisa dia lakukan,” terang Septi.
Jika perundungan sudah berdampak berat pada anak hingga menolak sekolah, bahkan depresi, ortu harus segera bertindak. Sebelum melapor ke sekolah, kumpulkan bukti, termasuk cerita saksi, untuk menguatkan kronologi pastinya.
”Jika langkah solusi di sekolah lama tidak berjalan baik, pindah sekolah menjadi opsi terakhir. Namun, di sekolah baru tidak menjamin anak terhindar dari bullying. Ikhtiar dulu dengan menguatkan anak, memahamkan anak tentang perundungan,” ungkap Septi.
Korban bullying sangat membutuhkan support dari orang terdekat. Ortu yang abai atau tidak mendukung justru menambah luka. Dampingi anak dengan memberikan perhatian lebih dari biasanya. Bantu anak meregulasi emosinya dan menumbuhkan kepercayaan dirinya lagi.
”Jika sudah sampai trauma mendalam, mengganggu aktivitas sehari-hari, ada gangguan perilaku dan emosi, ada baiknya minta bantuan ahli, dampingi anak ke psikolog atau psikiater untuk mendapat treatment,” pesannya. (lai/c6/nor)
Baca Juga: Viral Perundungan Siswi SMP di Citayam: Korban Dijambak dan Dipukuli, Kini 2 Pelaku Ditangkap
---
”LIMA ATURAN JARI TANGAN” TANGKIS BULLYING

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
