Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 20.41 WIB

5 Penyebab Seseorang Sering Menangis Tiba-Tiba, Salah Satunya Depresi, Ketahui Penjelasannya

Hypophrenia, Gejala Menangis tanpa Sebab./Pexels/Cottonbro Studio - Image

Hypophrenia, Gejala Menangis tanpa Sebab./Pexels/Cottonbro Studio

JawaPos.com - Sering menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan mengganggu bagi banyak orang. Menangis adalah reaksi emosional alami terhadap berbagai perasaan, sering kali disertai dengan kesedihan dan penderitaan. Namun, terkadang juga bisa terjadi ketika seseorang merasa tersentuh atau bahagia.

Meski menangis adalah respons emosional alami, kejadian ini secara berulang atau tanpa pemicu yang jelas bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih dalam, termasuk depresi. Maka, perlu diketahui penyebab mengapa seseorang sering menangis secara tiba-tiba.

Melansir dari Alodokter dan Hello Sehat, berikut ini beberapa penyebab mengapa seseorang sering menangis secara tiba-tiba.

Perubahan Hormon

Perubahan hormon seringkali menjadi pemicu utama dari tangisan tanpa sebab, khususnya lebih umum terjadi pada wanita. Ini terjadi karena wanita cenderung mengalami fluktuasi hormon yang lebih sering, seperti saat PMS, kehamilan, dan pasca melahirkan.

Bisa juga karena mengalami PMDD atau premenstrual dysphoric disorder, kondisi yang menyerupai PMS tetapi lebih parah, dengan gejala yang mencakup depresi, kegelisahan, dan iritabilitas yang lebih besar. Biasanya menyerang wanita dengan riwayat depresi atau kecemasan.

Meski penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, ahli meyakini bahwa hubungannya dengan perubahan hormon selama siklus menstruasi, termasuk kadar serotonin.

Gangguan Kecemasan dan Stres

Gangguan kecemasan atau generalized anxiety disorder (GAD) menyebabkan orang merasa panik berlebihan, dengan gejala seperti detak jantung yang cepat dan kesulitan bernapas. Ini bisa menjadi penyebab mengapa seseorang menangis tiba-tiba.

Gangguan kecemasan dapat membuat penderitanya merasa terlalu terbebani dan bisa mengganggu aktivitas sehari-harinya. Bisa juga karena stres. Orang yang mengalami stres seringkali menangis sebagai respons tubuh untuk mengurangi hormon stres dan mencari dukungan dari orang lain.

Depresi

Depresi menyebabkan penderitanya merasa sedih secara terus-menerus dan menangis tanpa sebab yang jelas. Mereka bahkan bisa menangis dalam situasi yang biasa dalam hidup.

Selain itu, gejala depresi meliputi hilangnya minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati, perubahan dalam nafsu makan, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, dan bahkan pemikiran untuk melakukan bunuh diri.

Bipolar

Bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Perubahan ini terdiri dari fase mania dan depresi. Pada fase mania, penderita bisa sangat bersemangat, bahagia, dan energik, sedangkan pada fase depresif mereka merasa sangat sedih, putus asa, dan mungkin menangis tiba-tiba.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore