Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 April 2024 | 23.34 WIB

Mengenal Tipe Kepribadian dengan Tes MBTI: Ikhtisar Tes dan Tipe Tes Myers Briggs

Ilustrasi berbagai tipe kepribadian menurut teori MBTI. Sumber Foto: (Freepik/macrovector_official)

 
JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar seseorang menggambarkan dirinya sebagai INTJ atau ESTP dan bertanya-tanya apa arti huruf-huruf yang terdengar samar itu? Yang dimaksud orang-orang ini adalah tipe kepribadian mereka berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).
 
Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs adalah inventaris laporan diri yang dirancang untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, kekuatan, dan preferensi seseorang.
 
Kuesioner ini dikembangkan oleh Isabel Myers dan ibunya Katherine Briggs berdasarkan penelitian mereka dengan teori tipe kepribadian Carl Jung. Saat ini, inventaris MBTI adalah salah satu instrumen psikologis yang paling banyak digunakan di dunia.
 
 
Artikel ini membahas bagaimana tipe Myers-Briggs dibuat, apa saja 16 tipe MBTI yang berbeda, dan bagaimana sistem pengetikan kepribadian ini bekerja.

Ikhtisar Tes

Mengutip dari laman Verywell Mind, tujuan dari MBTI adalah untuk memungkinkan responden mengeksplorasi lebih jauh dan memahami kepribadian mereka termasuk kesukaan, ketidaksukaan, kekuatan, kelemahan, kemungkinan preferensi karir, dan kecocokan dengan orang lain.

Tidak ada satu tipe kepribadian yang "terbaik" atau "lebih baik" dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Ini bukanlah alat yang dirancang untuk mencari disfungsi atau kelainan. Sebaliknya, tujuannya hanyalah untuk membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang diri Anda. Kuesionernya sendiri terdiri dari empat skala yang berbeda.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Unik dari Kembang Api Pilihan Anda, Cocok Menjadi Seorang Bos atau Pemain Tim?

Ekstraversi (E) – Introversi (I)

Dikotomi ekstraversi - introversi pertama kali dieksplorasi oleh Jung dalam teorinya tentang tipe kepribadian sebagai cara untuk menggambarkan bagaimana orang merespons dan berinteraksi dengan dunia sekitar mereka. Meskipun istilah-istilah ini akrab bagi kebanyakan orang, cara penggunaannya dalam MBTI agak berbeda dari penggunaan umum.

Ekstrovert (juga sering dieja ekstrovert) adalah orang yang "berwawasan ke luar" dan cenderung berorientasi pada tindakan, lebih sering menikmati interaksi sosial, dan merasa bersemangat setelah menghabiskan waktu bersama orang lain. Introvert adalah orang yang “berbalik ke dalam” dan cenderung berorientasi pada pikiran, menikmati interaksi sosial yang mendalam dan bermakna, dan merasa segar kembali setelah menghabiskan waktu sendirian.

Penginderaan (S) – Intuisi (N)

Skala ini melibatkan pengamatan bagaimana orang mengumpulkan informasi dari dunia sekitar mereka. Sama seperti ekstraversi dan introversi, semua orang menghabiskan waktu untuk merasakan dan melakukan intuisi tergantung pada situasinya. Menurut MBTI, masyarakat cenderung dominan di satu bidang atau bidang lainnya.

Orang yang lebih menyukai penginderaan cenderung memberikan banyak perhatian pada kenyataan, khususnya pada apa yang dapat mereka pelajari dari indra mereka sendiri. Mereka cenderung fokus pada fakta dan detail serta menikmati pengalaman langsung. Mereka yang lebih menyukai intuisi lebih memperhatikan hal-hal seperti pola dan kesan. Mereka senang memikirkan kemungkinan-kemungkinan, membayangkan masa depan, dan teori-teori abstrak.

Berpikir (T) – Perasaan (F)

Skala ini berfokus pada bagaimana orang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan dari fungsi penginderaan atau intuisi mereka. Orang yang lebih suka berpikir lebih menekankan fakta dan data objektif.

Mereka cenderung konsisten, logis, dan impersonal ketika mempertimbangkan suatu keputusan. Mereka yang lebih menyukai perasaan lebih cenderung mempertimbangkan orang dan emosi ketika sampai pada suatu kesimpulan.

Menilai (J) – Mempersepsi (P)

Skala terakhir menyangkut bagaimana orang cenderung menghadapi dunia luar. Mereka yang cenderung menghakimi lebih menyukai keputusan yang terstruktur dan tegas. Orang yang condong ke arah persepsi lebih terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Kedua kecenderungan ini berinteraksi dengan skala lainnya.

Ingat, semua orang setidaknya meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas ekstravert. Skala penilaian-persepsi membantu menggambarkan apakah Anda berperilaku seperti orang ekstrover ketika Anda menerima informasi baru (merasakan dan intuisi) atau ketika Anda membuat keputusan (berpikir dan merasakan).

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore