
ILUSTRASI: Menikmati waktu sendirian di tempat umum.
JawaPos.com - Orang-orang introvert terkadang mudah merasa lebih terisolasi. Isolasi semacam ini tidak hanya menyedihkan, tapi juga berdampak buruk bagi kesehatan.
Itulah sebabnya para introvert memang membutuhkan waktu bersama orang lain, meskipun mungkin tidak sebanyak yang mereka butuhkan dari para ekstrovert!
Pergi ke tempat umum sendirian bisa menjadi cara yang membahagiakan bagi seorang introvert. Ini tidak melelahkan. Ini memenuhi kebutuhan untuk menyendiri. Hal ini membuat Anda tetap akan bisa dekat dengan orang lain yang Anda temui.
Dan penelitian menunjukkan bahwa kedekatan dengan orang lain tanpa banyak interaksi sosial dapat meningkatkan kesehatan. Pergi ke tempat umum sendirian juga memberi kendali besar atas seberapa banyak harus bersosialisasi.
Tentu saja, gagasan untuk pergi keluar sendirian juga bisa menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi hal ini tidak seharusnya terjadi. Berikut lima hal yang dapat dilakukan untuk menikmati waktu sendiri di umum dan memanfaatkannya semaksimal mungkin, seperti yang dikutip dari introvertdear.com, Senin (15/4).
1. Terbuka untuk berbicara dengan orang asing
Meski orang-orang introvert tidak terlalu suka jika orang asing memulai percakapan panjang denganya. Namun, mulai sekarang cobalah untuk sedikit terbuka jika Anda sengaja keluar sendiri.
Jika tidak memiliki seseorang yang ingin segera ditemui, Anda tidak melakukan percakapan pribadi yang mengundang perhatian orang lain, dan Anda dengan sengaja mencoba untuk mendapatkan sedikit paparan sosial - bukan?
Jadi, jika seseorang mencondongkan tubuh dan memulai obrolan, teruskan untuk sementara waktu. Kemungkinan besar, percakapan tersebut tidak akan berlangsung lebih dari beberapa menit.
2. Ketahui cara berhenti berbicara dengan orang asing
Terlepas dari poin sebelumnya, ada baiknya untuk mempraktikkan strategi untuk berhenti mengobrol. Sebab, Anda tidak akan memiliki orang lain di sana untuk menyelamatkan Anda. Ingatlah bahwa Anda mempunyai hak untuk menghentikan pembicaraan dan hal itu tidaklah kasar.
Secara umum, berikut cara menghentikan percakapan:
•Hindari sinyal atau isyarat halus: Tipe orang yang berbicara terlalu lama tidak akan memperhatikan isyarat sosial - atau mereka akan mengabaikannya.
•Bersikaplah sopan, tetapi tegas: coba katakan, “Yah, ini menyenangkan, tapi aku akan kembali ke buku/makananku.”
•Jangan menanggapi interupsi: terkadang seseorang mengakhiri percakapan dan mulai berbicara lagi semenit kemudian. Namun ketika mereka mulai berbicara lagi dan mengganggu aktivitas membaca/ podcasting/berkirim pesan/apa pun, jangan langsung merespons.
Anda bahkan dapat mulai mengarahkan tubuh Anda ke arah mereka sehingga mereka tahu Anda mendengarnya, tetapi perhatikan apa yang Anda lakukan selama 10 detik lebih lama.
Kemudian Anda dapat melihat ke atas dan berkata, dengan setengah teralihkan, "Apa itu tadi?" Ini adalah satu-satunya sinyal halus yang menurut saya ditanggapi oleh beberapa orang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
