Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 04.15 WIB

Cara Menghadapi Seseorang dengan Main Character Syndrome, Pahami Cara Berikut Agar Tak Berefek Buruk

Main character syndrome adalah sebuah fenomena di mana seseorang memiliki keyakinan berlebihan bahwa mereka adalah karakter utama yang menjadi protagonis dalam cerita mereka sendiri. - Image

Main character syndrome adalah sebuah fenomena di mana seseorang memiliki keyakinan berlebihan bahwa mereka adalah karakter utama yang menjadi protagonis dalam cerita mereka sendiri.

JawaPos.com - Pernahkah bertemu dengan orang yang selalu merasa bahwa dunia berputar untuk mereka? Orang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian dan sulit menerima kenyataan bahwa mereka bukan satu-satunya karakter utama dalam kehidupan?

Jika ya, mungkin orang tersebut memiliki kecenderungan mengalami sindrom karakter utama atau yang disebut dengan main character syndrome.

Apa itu Sindrom Karakter Utama? Dilansir JawaPos.com dari health.clevelandclinic.org pada Senin (25/3), berikut ini penjelasan mengenai main character syndrome.

Main character syndrome adalah sebuah fenomena di mana seseorang memiliki keyakinan berlebihan bahwa mereka adalah karakter utama yang menjadi protagonis dalam cerita mereka sendiri. Mereka merasa bahwa hidup mereka seperti film atau novel, dan mereka selalu menjadi pusat perhatian dan fokus utama dalam setiap situasi.

Sindrom ini bukan sebuah diagnosis medis, namun menjadi istilah yang populer di media sosial mengenai fenomena psikis seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian dalam kisah kehidupan. Sindrom ini menempatkan seseorang menjadi karakter utama dalam serangkaian perilaku yang membuat orang tersebut seolah-olah menjadi karakter utama dalam kisah kehidupan dunia.

Dikutip dari hellosehat.com, tanda-tanda main character syndrome bisa diketahui dari beberapa ciri berikut ini.

1. Selalu ingin menjadi pusat perhatian

Orang dengan sindrom ini selalu ingin menjadi pusat perhatian dan ingin dikagumi oleh orang lain. Mereka sering membicarakan diri sendiri dan tidak tertarik dengan cerita orang lain.

2. Sulit menerima kritik

Orang dengan sindrom ini sulit menerima kritik dan cenderung merasa diserang ketika orang lain menunjukkan kekurangan mereka. Bukan karena berkecil hati akan masukan, namun sejak awal seorang dengan main character syndrom telah merasa tidak ada kekurangan dari dirinya.

3. Merasa bahwa mereka selalu benar

Orang dengan sindrom ini memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka selalu benar dan orang lain selalu salah. Mereka sulit menerima pendapat yang berbeda dari mereka.

4. Membutuhkan validasi atas pencapaian hidup

Orang dengan sindrom ini merasa bahwa mereka berhak mendapatkan lebih banyak daripada orang lain. Mereka sering merasa iri dengan kesuksesan orang lain dengan merasa tidak mendapatkan pengakuan yang selayaknya. Seorang dengan main character syndrome berusaha menunjukkan usaha-usaha dalam hidupnya untuk mendapatkan validasi dari orang lain.

5. Sering mem-posting foto atau video diri sendiri di media sosial

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore