
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami stres.
JawaPos.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan spiritualitas. Bulan Ramadhan juga dapat menjadi masa dimana seseorang mengalami stres tambahan. Pada bulan Ramadhan, tubuh perlu beradaptasi dengan beberapa perubahan, seperti jam makan dan minum yang berubah, jam tidur yang berubah karena harus sahur, aktivitas terbatas seperti terbatasnya melakukan olahraga berat, terbatasnya merokok, dan lain sebagainya.
Selain terjadi karena adanya perubahan pola hidup, stres pada bulan Ramadhan juga dapat akibatkan oleh rutinitas ibadah yang intens, serta tekanan sosial dan pekerjaan yang berlanjut.
Dilansir dari kanal YouTube Nawala TV, Ns. Fakhrul Matsani, S.Kep menyampaikan bahwa terdapat beberapa tips atau cara untuk mengontrol stres ketika sedang berpuasa. Pertama, prioritaskan istirahat yang cukup. Durasi istirahat normal sebenarnya adalah 6-8 jam perhari, tetapi jika waktu tidur berkurang karena sahur dan tarawih, cobalah untuk menyisihkan waktu istirahat yang memadai di siang hari. Ketika tubuh kekurangan istirahat, tentu dapat menimbulkan stressor dalam diri dan mengakibatkan timbulnya perasaan gelisah.
Kedua, berbuka dan sahur tepat waktu. Hal tersebut dapat memproduksi hormon endorfin dalam tubuh, karena tubuh telah menahan rasa haus dan lapar ketika memasuki waktu sahur dan berbuka maka akan muncul perasaan senang yang dihasilkan oleh hormon endorfin.
Ketiga, kurangi konsumsi kafein. Walaupun respon tubuh seseorang terhadap kafein berbeda, beberapa orang mengalami kecemasan setelah mengkonsumsi kafein khususnya kopi, beberapa orang tidak mengalami kecemasan setelah mengkonsumsi kafein atau kopi, tetapi ketika bulan Ramadhan sebaiknya batasi konsumsi kafein.
Keempat, lakukanlah olahraga ringan dan melakukan gerakan peregangan. Aktivitas fisik seperti olahraga ringan dan peregangan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Kelima, berlatih teknik relaksasi. Meluangkan waktu untuk berlatih teknik relaksasi seperti meditasi, napas dalam, atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk fokus pada pernapasan dan membebaskan pikiran dari pikiran-pikiran yang menyebabkan stres.
Terakhir, jaga asupan nutrisi yang seimbang. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi selama sahur dan berbuka dapat berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Konsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi lainnya. Hindari makanan yang berlemak dan berat yang dapat membuat Anda merasa lesu dan tidak bertenaga.
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat membantu mengelola stres dengan lebih baik selama bulan puasa. Kesehatan mental dan kesejahteraan Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
