Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Juli 2022 | 22.48 WIB

Citayam Fashion Week, Gaya Busana Rp 20 Ribuan yang Penting Gaya

Masyarakat berkumpul saat menyaksikan fashion week di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (22/7/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan aturan tegas dengan menerapkan jam malam di kawasan Stasiun BNI City, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Tempat ini sekarang - Image

Masyarakat berkumpul saat menyaksikan fashion week di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (22/7/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan aturan tegas dengan menerapkan jam malam di kawasan Stasiun BNI City, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Tempat ini sekarang

JawaPos.com - Tren Citayam Fashion Week di Dukuh Atas, Sudirman, menjadi viral terinspirasi dari pekan mode dunia. Anak-anak muda yang berasal dari Citayam dan Bojong Gede pinggiran ibukota Jakarta itu bergaya dengan busana mereka dengan melintasi zebra cross. Menurut Kritikus Mode Sonny Muchlison, setiap orang memiliki selera dan gaya dalam berbusana.

Makanya, kata dia, saat anak-anak muda di Citayam Fashion Week bergaya dengan sesuai style mereka, itu adalah sebuah kebebasan dalam berbusana. Baginya, semua pilihan mereka harus diapresiasi. Tak lagi harus memikirkan brand atau harga dalam berbusana, Citayam Fashion Week menjadi bentuk atau sisi lain dari kebebasan berekspresi dalam berbusana.

“Kita apresiasi ya gaya busana mereka. Dengan model apa adanya dari mereka, bisa bergaya itu saya apresiasi,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Senin (25/7).

Photo

Masyarakat berkumpul saat menyaksikan fashion week di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (22/7). Tempat ini sekarang jadi lokasi nongkrong para pemuda yang sering disebut bocah Sudirman, Citayam, Depok, dan Bojonggede atau SCBD. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Menurutnya, Citayam Fashion Week tak memikirkan lagi apakah itu barang KW atau tiruan sekadar membeli di Tanah Abang atau pasar lainnya, yang penting adalah bergaya. Ia berharap semua pihak jangan memanfaatkan ajang ini.

“Mau harga berapa, mau KW, enggak pakai dipikirin lagi. Yang penting mereka bisa bergaya. Harus bisa. Mau pakai sepatu Rp 15 ribu, celana Rp 20 ribu, sebisa mungkin mereka pakai dan gaya. Dan itu kita hargai sebagai effort seorang ingin berpenampilan. Berpakaian itu kan hak asasi manusia,” ungkapnya.

Mengapa mereka bergaya bukan di Citayam atau wilayah Depok? Menurut Sonny, anak-anak muda yang berasal dari pinggiran ibukota tentu ingin melihat suasana yang berbeda. Salah satunya adalah latar belakang gedung perkotaan tak hanya sekadar pepohonan. Didukung dengan akses kemudahan dan media sosial, maka ini menjadi viral.

“Ya gak apa-apa. Ini kebebasan berkreasi dan berekspresi. Aksesnya mudah, sebagian ada yang putus sekolah, ya mereka datang karena media sosial. Sesimple itu,” tutupnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore