Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Mei 2022 | 23.30 WIB

Permak Wajah Lebih Proporsional, Ketahui 3 Hal soal Filler dan Botox

Ilustrasi mengubah bentuk wajah di klinik kecantikan/istimewa - Image

Ilustrasi mengubah bentuk wajah di klinik kecantikan/istimewa

JawaPos.com - Seseorang seringkali merasa tak puas dengan bentuk wajahnya. Maka saat datang ke klinik kecantikan, rata-rata seseorang yang didominasi kaum hawa biasanya menginginkan bentuk wajah yang tirus atau V-shape.

Ada juga yang berharap rahangnya proporsional dan hidungnya lebih mancung. Impian itu dapat dicapai dengan berbagai cara salah satunya adalah filler dan botox.

Filler adalah tindakan penyuntikan untuk menambah volume wajah. Salah satu bahan yang sering digunakan adalah asam hialuronat. Tujuannya untuk mengurangi salah satu kerutan dan memperbaiki bentuk wajah.

Botox adalah perawatan anti penuaan merupakan perawatan kecantikan yang populer. Botox adalah salah satu prosedur anti-penuaan yang paling populer saat ini, ini dilakukan untuk menghilangkan atau meminimalkan munculnya kerutan.

Ahli Kecantikan dr. Stiven yang juga Managing Director of Derma Express mengatakan, treatment facial, injection, dan infusion hingga treatment kontur wajah seperti botox, filler, dan tanam benang menggunakan benang Dextlift dapat mengencangkan kulit kendur. Perawatan ini juga dapat meremajakan kulit serta merangsang produksi kolagen dengan daya tahan 1 tahun dan downtime yang cepat.

Semua itu diminati kaum hawa untuk membuat dagunya menjadi runcing. Mengubah bentuk wajah dari mulai hidung, pipi, dan dagu dengan tanam benang, filler, hingga botox. Penirusan wajah memang selalu favorit.

Menurut Dokter Estetika dr. Ingrid Julia dari Derma Express Bintaro, kebanyakan pasien datang dengan keluhan yang berbeda. Untuk mengubah bentuk wajah, sebagian menginginkan wajah yang V-shape atau ada pula yang ingin hidungnya mancung.

"Kuncinya selalu kami sarankan agar kalau mau mancung jangan mancung sekali, ingin dagu lebih lancip jangan lancip sekali, ingin pipi lebih tirus jangan tirus sekali. Bagaimana kita memastikan wajah lebih enak dipandang dan proporsional," tegas dr. Ingrid kepada wartawan baru-baru ini.

Ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengubah bentuk wajah. Menurut dr. Ingrid, filler dan botox memang masih favorit.

"Ada juga yang tanam benang di hidung untuk pertegas batang hidung, dan juga V-shape ingin lebih tirus," jelasnya.

Jika sudah pasti dan memutuskan ingin melakukan dua perawatan itu, maka dr. Ingrid menegaskan kepada pasien untuk mengetahui berbagai fakta seputar perawatan filler dan botox. Apa saja?

1. Filler Harus Diulang Setelah 1 Tahun

Mengapa muncul angka 1 tahun harus mengulang filler kembali? Menurut dr. Ingrid, hal itu diukur berdasarkan riset. Akan tetapi setiap orang yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan faktor.

"Misalnya di saya harus 1 tahun lalu diulang, di orang lain belum tentu 1 tahun. Itu pasti ada faktor-faktor pendukungnya," katanya.

Misalnya bisa saja karena gaya hidup yang tak bagus atau kurang sehat. Misalnya merokok, minum alkohol, memengaruhi filler bisa bertahan lebih lama atau tidak.

2. Hindari Kesalahan Setelah Filler dan Botox

Menurutnya, filler itu seperti clay atau tanah liat sehingga bisa dibentuk. Sehingga setelah filler, pasien sebaiknya menghindari beberapa kegiatan fisik berlebihan seperti olah raga berat atau berbagai kegiatan yang dapat mengganggu filler wajah itu sendiri.

"Misalnya nih, terbentur karena boxing, kan enggak begitu juga ya. Jangan terlalu membentur fisik saja kalau habis filler, karena ada masa downtime. Lalu juga jangan terlalu kena tekanan ya," katanya.

Sementara jika perawatan botox, jauh lebih mudah menjaganya atau masa downtime-nya. Pasalnya, botox dilakukan lewat suntikan.

"Kalau botox lebih mudah cara jaganya, masukkan lewat suntikan. Nanti botoxnya akan bekerja. Botoks rahang misalnya, tak mutlak orang yang kunyah permen karet akan mudah hilang botoxnya, enggak juga selalu begitu," jelasnya.

3. Jaga Berat Badan

Ketika seseorang berharap ingin tirus, tentu dianjurkan tak hanya bentuk wajahnya saja. Akan tetapi sebaiknya menjaga berat badan secara keseluruhan.

"Memang kalau berat badan naik sedikit, atau kurus sedikit, tak terlalu memengaruhi filler atau botox ya. Tetapi sebaiknya jaga berat badan itu penting ya," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore