Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Februari 2022 | 01.34 WIB

Tekanan Mental Meningkat, Berikut Tips Self Healing saat Pandemi

BAKAL DIREHAB: Pengembangan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran tetap mempertahankan bangunan cagar budaya seperti benteng pendem. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

BAKAL DIREHAB: Pengembangan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran tetap mempertahankan bangunan cagar budaya seperti benteng pendem. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat mengalami tekanan mental yang lebih besar dari biasanya. Psikolog Indah Sundari menyampaikan bahwa tantangan mental ini telah meningkat secara signifikan.

"Artinya, seseorang bisa merasa sakit secara fisik tetapi tidak terdapat gejala fisik. Hal ini biasanya disebabkan oleh stres, panik, ataupun cemas. Burn out juga menjadi tantangan mental lainnya," jelas dia dalam Virtual Media Gathering Hari Pers Nasional: Self-Healing Lewat Berkarya Bareng Tokopedia, Selasa (8/2).

Dalam kesempatan yang sama, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya menyampaikan bahwa keadaan ini juga mendorong masyarakat mencari berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang di rumah. Contohnya, berolah raga atau melakukan hobi.

"Tren tersebut menyebabkan kategori olah raga dan hobi menjadi salah satu kategori paling populer di Tokopedia sepanjang 2021," tutur dia.

Sementara itu, Indah pun membagikan tips agar masyarakat bisa lebih mudah menjaga kesehatan mental dari rumah. Pertama adalah melakukan kegiatan yang disuka, seperti melukis atau membuat kerajinan tangan.

"Melakukan aktivitas seperti melukis 'paint by numbers' atau membuat kerajinan tangan, misalnya, dapat membantu mengembalikan energi positif sehingga produktivitas bisa ikut meningkat," terang dia.

Lalu, bisa juga dengan melakukan meditasi dengan menulis jurnal harian atau membaca. Menurutnya, membuat jurnal harian dapat membantu seseorang untuk mengurai emosi-emosi negatif agar lebih mudah dipahami.

"Selain menulis, perbanyak kegiatan membaca buku, contohnya terkait pengembangan diri," kata dia.

Kemudian, karena pandemi ini membatasi interaksi, permasalahan yang muncul adalah berkaitan dengan relasi. Masyarakat menjadi merasa kesepian, sampai bahkan yang hidup dengan pasangannya juga bermasalah, karena tidak memiliki personal space.

"Dengan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, kita bisa merasa lebih tenang dan tidak merasa sendirian. Bahkan dukungan teman atau keluarga bisa membantu menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi," tuturnya.

Tips selanjutnya adalah mengenali batas diri sendiri. Ada beberapa tanda peringatan awal yang menunjukkan seseorang harus mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental.

"Misalnya, kualitas tidur dan nafsu makan terganggu, produktivitas menurun karena tidak fokus dan lain-lain," ucapnya.

"Artinya kita perlu sediakan waktu untuk 'istirahat' dari rutinitas, termasuk bekerja, untuk melakukan kegiatan menyenangkan sehingga pikiran kita bisa recharged kembali," sambung dia.

Terakhir adalah berolahraga fisik dan mental, misalnya dengan melakukan yoga atau lari pagi. "Atau bisa mencoba olah raga rekreasi seperti bermain sepatu roda," saran Indah.

Ekhel juga turut menyampaikan, tren olahraga sangat besar di masa pandemi ini. Terlihat dari angka penjualan produk yang meningkat.

"Tren berolah raga kian populer di masyarakat. Penjualan produk olah raga di Tokopedia, seperti sepatu roda hingga perlengkapan lari, meningkat lebih dari 2 kali lipat sepanjang 2021," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore