
Ada beberapa cara untuk menolak perasaan suka seseorang tanpa bersikap kasar. Apalagi jika orang itu sudah mengejar Anda terlalu intens. (Pink Villa)
JawaPos.com - Setelah menikah, babak baru yang akan dihadapi oleh pasangan adalah soal memiliki anak. Pertanyaan yang paling menghantui para pasangan setelah menikah adalah soal kapan punya momongan. Pertanyaan itu seringkali membuat stres pasangan yang belum memiliki momongan.
Saat memiliki momongan, para orang tua membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi finansial, emosional, dan psikologis dari istri maupun suami. Usia istri serta kesehatan reproduksi istri dan suami juga jadi faktor penentu keberhasilan punya anak. Di sisi lain, ada pula pasangan yang memutuskan untuk menunda punya anak setelah menikah.
“Penundaan itu ada beberapa tujuan, memang ingin menunda punya anak, ada yang ingin memberi jarak punya anak, ada juga yang tidak ingin punya anak. Berbagai macam kebutuhan,” ujar Ahli Kesehatan dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG-KFER, MSc., seperti keterangan resmi Teman Bumil, Jumat (24/12).
Keputusan rentang waktu untuk menunda punya anak setelah menikah sendiri amat beragam pada setiap pasangan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan Populix, 63 persen dari 119 pasangan ingin menunda punya anak selama 10-12 bulan, 16 persen selama 4-6 bulan, 11 persen selama 0-3 bulan, dan 10 persen 7-9 bulan. Alasannya pun berbeda-beda, ada yang ingin hidup berdua dulu, belum siap secara finansial, ingin fokus berkarier, ingin melanjutkan pendidikan, dan lain sebagainya.
Pasangan Mendapat Tekanan
Saat ditanyakan kepada 119 partisipan survei yang memutuskan untuk menunda punya anak setelah menikah, sebanyak 33 persen mengaku mendapatkan tekanan sosial akibat keputusan yang dibuat. Paling banyak dilontarkan oleh kenalan seperti tetangga, teman di media sosial, dan lain-lain, yang memberikan tekanan kepada mereka, yaitu sekitar 38 persen.
Sedangkan, orang tua dari pihak istri dan mertua menduduki posisi kedua dan ketiga sebagai kelompok yang sering memberikan tekanan atas keputusan mereka, yaitu senilai 31 persen dan 15 persen.
Berbeda dengan pasangan yang memang memutuskan untuk menunda punya anak, tekanan sosial justru menjadi salah satu pemicu stres bagi pasangan yang ingin langsung punya anak setelah menikah. Berdasarkan survei Teman Bumil bersama Populix terhadap 895 Mums, ketika belum juga hamil, sebanyak 54 persen stres takut tidak subur dan tidak bisa punya anak serta 25 persen stres akibat nyinyiran dari orang sekitar (orang tua, mertua, teman, dan lain-lain). Sementara, 11 persen stres karena takut pasangan merasa kecewa, 6 persen stres karena merasa gagal menjadi wanita, dan 3 persen stres karena takut pasangan berpaling ke wanita lain.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
