
BERPENGARUH: Stres berdampak terhadap perilaku anak. Anak berisiko menjadi lebih menantang atau dikenal dengan sebutan anak lebih bandel. (Model Ilustrasi Jennifer dan Mardiana-Dite Surendra/Jawa Pos)
Melalui website resmi, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebutkan bahwa 64,3 persen dari 1.305 responden memiliki masalah psikologis berupa cemas atau depresi. Yang mencengangkan lagi, 76,1 persennya dialami perempuan. Nah, parents perlu berhati-hati. Saat ayah-bunda stres hingga depresi, itu ternyata bisa berdampak pada anak lho!
---
TIDAK jarang, saat stres sudah di ubun-ubun, emosi akan keluar. Orang-orang di sekitar menjadi sasaran. Tak terkecuali anak. Mengelola stres itu PR yang berat. Tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh orang tua.
Psikolog Saskhya Aulia Prima menuturkan, saat orang tua stres kemudian memilih untuk memendam lalu tetap berinteraksi dengan anak, kadang orang tua tidak 100 persen hadir untuk anak. Selain lebih mudah marah, orang tua berpotensi sulit fokus.
Co-founder Tiga Generasi itu menyebutkan, orang tua stres akan berdampak terhadap perilaku anak. Anak menjadi lebih menantang atau dikenal dengan sebutan anak lebih bandel. Perilaku anak, lanjut Saskhya, tidak sesuai ekspektasi orang tua. ’’Ada penelitian, anak usia 7–11 tahun akan memberikan respons fisik apabila orang tuanya menyembunyikan stres,” terangnya.
Apakah itu saja efeknya? Tunggu, bunda. Masih ada beberapa efek lain yang bisa juga muncul saat parents menyembunyikan stres dan tidak optimal dalam berinteraksi dengan anak.
Pertama, timbul kebingungan pada diri anak. Saskhya mengungkapkan, anak bakal merasa bahwa orang tuanya tidak memiliki waktu 100 persen untuk dirinya. Treatment orang tua kepada anak pun berubah-ubah.
Kedua, anak bakal sulit mengelola stres saat dewasa. Sebab, anak melihat orang tuanya ketika kecil. Orang tua menjadi role model buat anak. Perilaku orang tua terekam di memori anak.
Lantas, bagaimana cara mengelola stres? Saskhya menjelaskan, orang tua bisa menceritakan kepada anak mengapa dirinya stres. Misalnya, karena ada masalah di pekerjaan. Ingat, bunda harus bercerita dengan bahasa yang sesuai usia anak. Cerita tidak perlu sampai detail. Bercerita mulai usia anak masih dini tidak masalah. Cerita saja. Anak usia 1 tahun pun tak apa-apa, cukup cerita yang sederhana. ”Meski anak belum bisa merespons, anak jadi tahu dan menangkap oh begini ya kalau bercerita,” papar alumnus Master’s Degree Clinical Child Psychology Universitas Indonesia itu.
Saskhya mengingatkan, jangan sampai terjebak pada sistem parenting anak mengasuh orang tua di poin berbagi cerita. Sebab, cerita orang tua terlalu berat. Alhasil, anak terbebani.
Saat orang tua telanjur bersikap reaktif kepada anak, yuk ayah-bunda minta maaf kepada anak. Meminta maaf bukan menunjukkan orang tua lemah. ’’Tapi, menunjukkan jika orang tua itu juga manusia lho. Dan, meminta maaf adalah hal yang wajar ketika seseorang salah,” imbuh Saskhya.
Parents, mekanisme mengelola stres juga perlu diperhatikan ya. Salah satunya bisa bergantian dengan pasangan buat mengasuh anak. Misalnya, bunda lagi stres. Bunda bisa istirahat sejenak dan meminta bantuan kepada suami. Self care dulu.
Kemudian, parents jangan lupa untuk mencatat hal-hal yang bisa membuat stres. Tujuannya, jika di kemudian hari orang tua stres, lebih mudah penyelesaiannya. Strateginya bagaimana untuk menangani stres.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
