
Nurul Sulisto, selaku General Manager Lilla (kiri), Co-Founder & CMO Social Bella, Chrisanti Indiana (tengah), dan Amanda Melissa, VP Data Management & Business Intelligence Sociolla (kanan).
JawaPos.com - Seiring keterbukaan dan kesetaraan posisi perempuan Indonesia dalam bidang pekerjaan, ternyata stereotip atau pandangan kuno yang memandang sebelah mata kemampuan kaum hawa masih ada. Terlebih untuk para perempuan yang memimpin sebuah tim dalam bidang pekerjaan yang didominasi pria. Kadang pandangan negatif ini tak hanya datang dari lingkungan kerja, namun juga dari orang terdekat.
Tak jarang kalimat seperti 'oh dipimpin oleh perempuan, nanti baper lho' atau yang paling sering didengar adalah 'Untuk apa karir tinggi-tinggi, perempuan itu urusannya dapur'. Kalimat-kalimat yang buat sebagian orang terdengar sederhana tapi sebenarnya justru meragukan dan membatasi perempuan untuk berkembang.
Data Badan Pusat Statistik2 per Juli 2021 mencatat sebanyak 33,08 persen dari 2,82 juta pekerja di jabatan manajerial merupakan perempuan. Jumlah itu meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 30,37 persen. Meski demikian, proporsi kepemimpinan perempuan pada posisi manajerial masih tertinggal dari laki-laki yang sebesar 66,2 persen.
Untuk itu, diperlukan dukungan penuh atau support system agar para perempuan tetap mampu menjalankan peran sesuai kodratnya tapi juga bebas mengejar mimpinya diwaktu yang sama. Seperti yang diungkapkan Nurul Sulisto, selaku General Manager Lilla.
Diakui Nurul, saat ini perusahaan sudah lebih terbuka memberi kesempatan perempuan untuk berkarir. Baginya, perempuan memiliki kemampuan adaptasi dan multitasking yang luar biasa yang mana ini berangkat dari banyaknya peran yang ia jalankan setiap harinya sebagai istri dan ibu. Tapi bukan berarti ia harus memaksa diri menjadi superwoman yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri.
"Pengalaman mengurus anak lalu harus membagi waktu antara pekerjaan dengan urusan rumah dalam waktu yang bersamaan itu ternyata bisa membantu aku mendevelop tim aku dalam pekerjaan. Kita bisa me-manage waktu dengan baik," ujar Nurul saat berbincang dengan JawaPos.com baru-baru ini.
Tapi, ada peran besar support system dalam keberhasilan perempuan. Dengan kepercayaan, dukungan dan kehadiran pasangan dan keluarga, dirinya merasa tidak pernah merasa terbatasi oleh stereotip tersebut. "Alih-alih dihalangi, saya justru didorong untuk merealisasikan aspirasi saya di dunia karir," jelas Nurul.
Sehingga Ibu dari dua anak ini mengungkapkan, kunci dalam mematahkan stereotip tersebut adalah dimulai dari lingkungan positif dari orang terdekat. Terutama keluarga dan pasangan, yang menerima dan merayakan kesuksesan dirinya sebagai perempuan.
Hal senada juga dirasakan oleh Amanda Melissa, VP Data Management & Business Intelligence Sociolla yang juga merupakan ibu baru dengan seorang balita. Menurut Amanda, support system sangat krusial. Faktor lain yang tak kalah penting adalah kehadiran role model.
"Saya melihat sektor teknologi membutuhkan banyak role model perempuan untuk dapat mendorong dan menginspirasi perempuan lainnya untuk terjun dan mendalami teknologi. Dengan semakin banyak pemimpin perempuan yang mampu menunjukkan kompetensi dan kapabilitasnya, maka dengan sendirinya bidang ini akan menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung dan menyalurkan passion mereka dengan percaya diri. Di Sociolla sendiri, bahkan team saya di divisi data dan insight diisi oleh mayoritas perempuan," jelas Amanda.
Sementara itu, Co-Founder & CMO Social Bella, Chrisanti Indiana mengungkapkan, penting untuk membangun budaya tidak mengkotak-kotakan individu ke dalam bias gender. Tetapi lebih pada kemampuan dan passion yang dimiliki untuk menciptakan dampak yang lebih besar.
“Kami meyakini bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berkarir dan menjalankan passion mereka di bidang teknologi. Gender bukan lagi penghalang bagi perempuan untuk dapat berkarya dan unggul di bidang ini," tutup Chrisanti.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
