Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 April 2019 | 22.32 WIB

Cicipi Kopi Robusta Lampung dengan Beraneka Rasa

Tokoh Penggerak DSA Temanggung Sofiyudin Achmad (kiri) bersama dengan seorang anggota Kelompok Usaha Bersama (kanan) menunjukkan proses menjemur kopi dengan proses honey menggunakan media para-para (drying). (Astra for JawaPos.com) - Image

Tokoh Penggerak DSA Temanggung Sofiyudin Achmad (kiri) bersama dengan seorang anggota Kelompok Usaha Bersama (kanan) menunjukkan proses menjemur kopi dengan proses honey menggunakan media para-para (drying). (Astra for JawaPos.com)

JawaPos.com - Biji kopi lokal umumnya dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Apalagi berbicara wilayah Sumatera yang memiliki aneka ragam biji kopi pilihan. Salah satunya provinsi Lampung.

Pemilik label Kisah Kopi, Rahmat Rizki memperkenalkan cita rasa biji kopi Robusta Lampung. Lewat label kopinya yang disajikan lewat gelas plastik kekinian, ciri khas biji kopi robusta Lampung pun dikreasikan menjadi berbagai varian.

"Biji kopi robusta Lampung itu bedanya ada pada kepahitannya. Rasa rempahnya juga ada. Tingkat keasamannya lebih rendah dibanding arabika," ungkapnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Berbekal kebun kopi di kampung halamannya dan kisah dari almarhumah nenek, Rizki terinspirasi untuk membuat bisnis kopi. Nama varian kopinya unik-unik berasal dari nama gelar keluarganya yang masih keturunan darah biru.

"Itu sebabnya saya namalan Kisah Kopi karena ada story di balik kopi saya," jelasnya.

Ada Kopi Rajo Bandar, Kopi Suttan Mangkunegaro, Kopi Nyaik, Kopi Buyah, Kopi Ayah Man, Kopi Pak Atu dan lainnya. Keseluruhan menu atau varian itu menggunakan gelar keluarganya yang kaya dengan kesultanan Lampung.

"Terinspirasi dari nenek saya di Lampung Timur. Almarhumah selalu berpesan untuk selalu melestarikan budaya dan merawat biji kopi khas Lampung," kata Rizki.

Menurutnya, rata-rata di Lampung lenih nanyak terdapat kopi tubruk atau kopi bubuk yang diseduh. Sehingga dia nerusaha menawarkan cita rasa yang berbeda. Menu favorit yang disuguhkannya adalah Kopi Rajo Bandar yang mirip rasanya seperti permen kopi.

"Banyak pelanggan bilang rasanya seperti permen kopi. Dan semua menu rata-rata pakai susu atau latte. Hanya menu Kopi Nyaik yang disuguhkan khusus penggemar spesial black coffee," katanya.

Ciri khas kopi robusta Lampung, kata dia, biasanya ditanam di dataran tinggi dan tak bisa digabung dengan komoditi lainnya. Selain itu, dia menyarankan agar ketika memetik biji kopi sebaiknya disertai kesabaran dan ketelatenan.

"Tunggu yang merah barulah dipetik. Jangan semua langsung dipetik. Harus satu-satu jika memetik biji kopi. Butuh kesabaran karena itu memengaruhi cita rasa," jelasnya.

Untuk harga segelas kopi yang ditawarkan cukup terjangkau yakni Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Sebab targetnya adalah para pekerja dan milenial pecinta kopi yang ingin serba praktis.

"Itulah sebabnya saya kemas dalam kemasan gelas plastik. Untuk menyasar volume Instagram menyasar netizen pecinta kopi," katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore